Friday, 13 December 2019

Pendaki Asal Bintaro Meninggal di Gunung Binaya Maluku

Senin, 8 Desember 2014 — 18:11 WIB
Pitra Widianwari

Pitra Widianwari

MALUKU (Pos Kota)-  Pitra Widianwari, meninggal dunia di  Gunung Binaya, Kabupaten Maluku Tengah Sabtu 6 Desember 2014. Pendaki yang rumahnya di Bintaro, Tangerang Selatan itu diduga terkena hipotermia saat mendaki gunung tertinggi di Maluku tersebut.

Kabar meninggalnya pendaki senior asal Bandung, Jawa Barat, yang juga tercatat sebagai anggota kelompok pecinta alam Lawalata Institut Pertanian Bogor ini disampaikan langsung oleh Tabur Muhammad, Kepala Balai Taman Nasional Manusela, Senin (8/12).

Korban sendiri melakukan pendakian ke Gunung Binaya sejak tanggal 30 November, bersama dua pendaki asal Ambon. Pitra meninggal 6 Desember 2014 . “Benar, Pak, dia (Pitra) sudah meninggal dunia,” ujarnya singkat.

Menurut Tabur, informasi tersebut diperoleh dari pendaki asal Ambon yang ikut membawa turun Fitra dari Gunung Binaya saat korban terkena hipotermia pada ketinggian 2.080 mdpl.

Saat ini, istri dan juga kakak kandung korban telah menuju Kabupaten Maluku Tengah untuk menanti proses evakuasi. Proses tersebut dibantu oleh tim Basarnas Ambon dan juga tim dari Balai Taman Nasional Manusela.

Untuk mengevakuasi korban, tim kesulitan karena medan yang berat. Rencananya, jenazah Fitra akan dibawa dari Pulau Seram ke Ambon lalu diterbangkan ke Jakarta. Dari bandara akan dibawa ke rumah duka di Bintaro Permai, Jalan Melati VII  Blok L-1 Bumi Bintaro Permai. Setelah itu akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Hipotermia adalah kondisi ketika mekanisme sistem pengaturan suhu tubuh kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Orang yang terkena hipotermia ringan akan menunjukkan gejala-gejala, seperti melantur saat bicara, kulit menjadi sedikit berwarna abu-abu, detak jantung melemah, tekanan darah menurun, dan terjadi kontraksi otot sebagai usaha dari tubuh untuk menghasilkan panas.(B)