Tuesday, 22 October 2019

Tentara dan Polisi Gendut Tidak Boleh Naik Pangkat

Senin, 15 Desember 2014 — 9:01 WIB
Polisi di Bolivia siap membasmi kejahatan termasuk peredaran narkotika. (reuters)

Polisi di Bolivia siap membasmi kejahatan termasuk peredaran narkotika. (reuters)

PASUKAN keamanan di Bolivia sudah mulai mencatat anggotanya yang kelebihan berat badan setelah Presiden Evo Morales mengeluh bahwa terlalu banyak di antara mereka yang tidak bugar.

Pejabat militer mengatakan mereka akan mendatakan berat badan sebelum dilakukan ujian-ujian profesi, untuk mengaitkan antara kenaikan pangkat dan kebugaran tubuh.

Menteri Pertahanan Ruben Saavedra mengatakan bahwa tentara “harus dipersiapkan baik dalam segi intelektual maupun segi fisik.”

Sementara itu kepolisian juga sudah melarang petugasnya yang kelebihan berat badan untuk mengenakan pakaian seragam sampai mereka menurunkan berat badan.

Tindakan ini mungkin sudah membuahkan hasil, walaupun tidak terduga.

Di kota Oruro di sebelah selatan La Paz, dua orang petugas polisi yang melakukan patroli dalam pakaian sipil berhasil menangkap pencuri di jalanan di pasar karena mereka tidak mengenakan seragam.

Pada tanggal 2 Desember, Presiden Evo Morales menyarankan agar tentara dan petugas yang mengabaikan kebugaran tubuh mereka tidak boleh mendapatkan promosi, dengan menegaskan bahwa selalu dalam keadaan bugar merupakan “tanggung jawab” pasukan keamanan.

Tentara dan petugas kepolisian mengeluh karena kurangnya fasilitas untuk olahraga, sehingga pemerintah kini menyediakan peralatan olahraga di barak-barak dan kantor polisi. (BBC)

Terbaru

Satpol PP Kecamatan Tambora Pacu Patroli Bersepeda
Inbox
	x
Rachmi Siregar
	
Attachments7:39 PM (3 hours ago)
	
	
to harianposkota, me
TAMBORA (Pos Kota) - Jajaran Satpol Pamong Praja (PP) Kecamatan Tambora, Jakarta Barat sejak dua bulan terakhir menggenjot patroli wilayah dengan bersepeda.

"Sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Jakarta Barat, kami mentradisikan bike for work (sepeda untuk bekerja)," kata Kasatpol PP Kecamatan Tambora, Ivand Sigiro saat pantauan wilayah bersama tim, Selasa (22/10/2019).

Selain mengoptimalkan monitoring wilayah lanjut Ivand, dengan bersepeda bertujuan memperbaiki kualitas udara di Jakarta. Termasuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang sebagian besar disebabkan dari maraknya penggunaan kendaraan pribadi.

Menurut Ivand, patroli bersepeda dilaksanakan rutin setiap hari kecuali Sabtu. Di mulai dari pukul 08.00-11.00 WIB. Sedangkan, patroli sore mulai pukul 14.00-16.00 WIB. Sementara anggota satpol PP yang berpatroli berjumlah 4-6 personil. 

Patroli bersepeda difokuskan pada sterilisasi pedestrian atau trotoar jalan yang dipakai untuk berdagang. "Target kami adalah sterilisasi trotoar dari pedagang kaki lima, parkir liar, dan penempatan barang dagangan pemilik toko dan ruko," terangnya.

Saat tengah patroli bersepeda di ruas Jalan Tubagus Angke dan Jalan Prof. Latumenten, petugas gabungan satpol PP dan Satpel Sudin Perhubungan Kecamatan Tambora menderek satu mobil yang diparkir di bahu jalan. Serta mencabut pentil satu mobil lainnya, menghalau tujuh pedagang kaki-5 dan memberi sosialisasi kepada pedagang agar tidak berjualan di trotoar. (Rachmi)

Teks foto:
Kasatpol PP Kecamatan Tambora, Ivand Sigiro bersama jajaran berpatroli ke wilayah dengan bersepeda. (Rachmi)
Rabu, 23/10/2019 — 2:25 WIB
Satpol PP Tambora Pacu Patroli Bersepeda
Juru bicara KPK, Febri Diansyah.  (julian)
Selasa, 22/10/2019 — 22:31 WIB
KPK akan Hadapi Gugatan Praperadilan Imam Nahrowi
Arminsyah,  Wakil Jaksa Agung yang ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung.
Selasa, 22/10/2019 — 21:01 WIB
Jokowi Tunjuk Arminsyah Jadi Plt Jaksa Agung