Thursday, 14 November 2019

Kambingnya Hamil Senang, Tapi Istrinya Dihamili Tetangga

Jumat, 19 Desember 2014 — 2:04 WIB
Dia-19Des

PUNYA kambing hamil oleh kambing tetangga, pemilik pasti senang. Tapi jika istri dihamili tetangga?  Ya jelas  marah dong! Inilah sikap Suranto, 34, warga Lampung Tengah. Awalnya dia pasrah, tapi karena Ramijo, 40, tak mau tanggungjawab, urusan pun dibawa ke Polres Lampung Tengah.

Punya ternak kambing maunya segera beranak pinak. Maka ketika kambing betinanya dihamili kambing bandot tetangga, pemilik girangnya bukan main, sebab sekian bulan lagi kambingnya akan bertambah bisa dua, bisa tiga ekor. Karena  itu pula ketika kambing betinanya mulai birahi, pemilik akan minta tolong kambing tetangga untuk mengawini kambingnya.

Tetapi bagaimana dengan istri yang dihamili oleh lelaki tetangga? Jelas ngamuk dong ah! Itu pula yang dilakukan Suranto, warga Ruktibasuki Rumbia Lampung Tengah. Cuma ngamuknya dia masih sangat terukur,  tak sampai adu pisik. Cuma Ramijo selaku pelakunya tak pandai berterima kasih. Hanya disuruh tanggungjawab saja masih kakehan parikan (belagu), sehingga Suranto terpaksa mencari penyelesaian lewat polisi.

Untuk menambah penghasilan, istri Suranto yang bernama Saniah, 31, jualan gerabah di Pasar Rumbia. Yang mengajari jualan juga tetangga sendiri, Ramijo. Cuma saking akrabnya bergaul antara keduanya, Ramijo kemudian tega menggauli Saniah. Tragis kan, jualan di Pasar Rumbia, ternyata Samijo karo mbiyak (sambil menyingkap).

Awalnya Suranto tidak curiga akan hubungan keduanya. Tapi diam-diam ada tetangga yang mewartakan padanya bahwa misi dagang Saniah sudah bergeser. Bukan lagi mencari margin (keuntungan), justru cari kepuasan marganing (jalan) bayi. Begitu istri pulang langsung klarifikasi. Tapi Saniah berkelit bahkan siap testing kehamilan. Hasilnya memang negatif, padahal aslinya itu hasil laboratorium milik orang lain.

Saniah memang selingkuh dengan Ramijo, sehingga boleh dikata dia kini punya suami kembar. Satu hasil munas (ketemu langsung panas) Lampung dan satunya  lagi hasil munas Jakarta. Kayak Golkar dong? Lha memang iya! Cuma bedanya, Golkar Agung dan Ical sama-sama kuning, kalau Ramijo – Suranto yang kuning …….giginya!

Serapat-rapat Saniah membungkus bangkai, akhirnya ketahuan juga. Tahu-tahu perutnya mblegendang (bengkak) berisi bayi usia 6 bulan. Ironisnya, kini kubu Suranto maupun Ramijo sama-sama tak mengakui. Suranto yakin itu bukan hasil produksinya, karena sudah lama dia tidak pernah kumpul sama istri. Sebaliknya Ramijo juga yakin bahwa itu bukan hasil produksinya, wong baru sekali eksekusi. “Enak saja, wong dia yang “ngebor” kok saya yang suruh tanggungjawab. Memangnya lumpur Lapindo, apa?” tangkis Ramijo sengit.

Setelah Saniah mengaku dan minta maaf, sebetulnya Suranto mau menerima lagi, asalkan Ramijo tanggungjawab. Yang terjadi justru sebaliknya, lelaki tetangga ini malah menantang, ke pengadilan juga berani. Bahkan lebih dari itu dia cerita ke mana-mana bahwa istri hamil kok maksa orang lain suruh tanggungjawab.

Akhirnya kasus ini digulirkan ke Polres Lampung Tengah, dengan mengusung pasal perzinaan. Target Suranto adalah, pedagang gerabah itu harus masuk penjara benar-benar, jangan hanya kena hukuman percobaan apa malah bebas. “Lha wong dia yang nyobain istri saya kok!” ujarnya di depan petugas.

Mending punya kambing ya, dihamili tetangga gak masalah. (Gunarso TS)

  • Idhu Geni

    oalah Jo….Ramijo….opo’o gak weduse si Suranto ae sing mbok tumpaki sampe meteng kono Jooooo…..

  • Sakijo

    tetangga kreatip