Monday, 21 October 2019

Jumlah Sipir di Lapas dan Rutan Lampung Sangan Minim

Sabtu, 3 Januari 2015 — 10:23 WIB
Petugas Lapas di Lampung, sangat minim. (koesma)

Petugas Lapas di Lampung, sangat minim. (koesma)

LAMPUNG (Pos Kota) – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Lampung ungkap permasalahan yang terjadi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan petugas Rumah Tahanan Di Lampung tentang kurangnya petugas sipir di Lampung, kemarin.

Petugas sipir di lapas maupun di rutan yang ada di Lampung ini sangat minim jauh dari ideal. Seharusnya dalam satu lapas atau rutan, ada 30 petugas sipir. Namun, pada kenyataannya, di Rutan Wai Hui Kelas I Bandarlampung, hanya ada satu regu dan jumlahnya hanya sebilan orang yang dibagi menjadi tiga sift.

Sembilan petugas sipir tersebut harus berjaga di pintu masuk dan keluar rutan, di tiga menara pemantau, dan mengawasi aktivitas sebanyak 800 lebih narapidana (napi) dan tahanan yang ada di rutan.

“Coba bayangkan bagaimana sulitnya petugas sipir melaksanakan tugasnya menjaga dan mengawasi ratusan napi dan tahanan itu. Itu sebabnya mengapa kurang ketatnya penjagaan selama ini,” kata Dwi Prasetyo Santoso MH, didampingi Kepala Rutan Davy Bartian dan Kepala Keamanan Rutan Wai Hui Kelas I Bandarlampung, Daniel.

Mengenai penambahan petugas sipir, seperti yang sampaikan oleh Menteri Hukum dan HAM kepada seluruh Kakanwil di seluruh Indonesia, saat perkenalan sebagai Menteri Hukum dan HAM, untuk menghadapi moratorium ini rencananya Menteri akan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Panglima TNI terkait pengrekrutan prajurit yang berpangkat Bintara, untuk dialih fungsikan menjadi PNS dan diangkat menjadi pegawai Kemenkum HAM dan akan di tempatkan sebagai petugas sipir di lapas dan rutan.

Hasil itu yang di tunggu dan untuk sementara ini belum bisa menambah jumlah petugas sipir. Permasalahannya mau tidaknya prajurit TNI menjadi PNS dan bekerja sebagai sipir di lapas dan di rutan.

“Semakin banyak petugas akan semakin bagus. Untuk idealnya, di setiap lapas maupun rutan seharusnya ada tiga regu, dalam setiap regunya beranggotakan 10 petugas sipir. Tiga regu tersebut, dalam tugasnya di bagi menjadi tiga sift,” ungkap Dwi Prasetyo Santoso.

Kepala Keamanan Rumah Tahanan (Rutan) Way Hui, Kelas I, Bandarlampung, Daniel mengatakan, sembilan sipir menjaga tiga menara, pintu masuk dan keluar, dan mengawasi setiap aktivitas ratusan napi dan tahanan serta pengunjung setiap harinya.

Selain itu petugas juga memeriksa pasilitas yang ada di rutan seperti, dapur, tempat ibadah, dan 44 kamar hunian WBP (Blok A,B,C,D,E,F, dan G). “Mengenai penambahan petugas sipir, itu merupakan wewenang atasan. Untuk tugas yang selama ini dipercayakan kepada kami, itu sudah menjadi tanggung jawab dan harus melaksanakan semaksimal mungkin,” kata Daniel. (koesma/yo)