Tuesday, 12 November 2019

Pendapatan DKI Cuma 71 Persen dari Target

Selasa, 6 Januari 2015 — 10:03 WIB

GAMBIR (Pos Kota) – Nilai APBD DKI 2014 yang telah ditetapkan sebesar Rp 72,9 triliun, namun pendapatan daerah ternyata cuma Rp 52,2 triliun. “Totalnya hanya 71 persen dari target,” ujar Heru Budi Hartono, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, di Balaikota, Gambir.

Tidak terealisasinya target penerimaan sejumlah pajak daerah berimbas pada penerimaan pendapatan daerah dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2014. “Dari Rp 52,2 triliun yang terserap untuk kegiatan Rp 43,4 triliun. Sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) Rp 8,8 triliun dimasukkan dalam APBD 2015 yang saat ini tengah disusun,” tambah Heru mantan Walikota Jakut.

Tidak tercapainya penerimaan sebesar Rp 72 triliun disebabkan salah perhitungan dan tidak terealisasinya penerimaan pajak daerah. “Beberapa pajak daerah memang tidak tercapai,” kata Heru menambahkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) hanya terealisasi Rp 49 triliun dari target Rp 51 trilun.

Kemudian, pajak hotel hanya terealisasi Rp 1,3 trilun dari target Rp 1,4 triliun serta pajak restoran dari target Rp 2 triliun hanya tercapai Rp 1,8 triliun.

Menurutnya untuk pembahasan APBD mendatang tidak usah terlalu tinggi targetnya. “Supaya pada 2016 kitamasih punya ruang untuk tidak melanggar RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). Tahun ini targetnya memang terlalu tinggi,” paparnya.

Adapun penerimaan daerah tahun anggaran 2014 terdiri dari pajak daerah sebesar Rp 27 triliun dan pendapatan asli daerah (PAD) Rp 32 triliun. Untuk tahun depan, penerimaan akan meningkat meski tidak signifikan.

(joko/sir)