Friday, 15 November 2019

Petugas Sempat Dihadang

Bangunan di Tanah Pengairan di Bekasi Dibongkar

Rabu, 14 Januari 2015 — 21:55 WIB
Pemilik  hadang aparat gabungan saat akan mebongkar bangunan di tanah milik Pengairan

Pemilik hadang aparat gabungan saat akan mebongkar bangunan di tanah milik Pengairan

BEKASI (Pos Kota)-Pemilik bangunan  di Jalan Pengairan Kelurahan Medansatria, Kecamatan Medansatria, sempat melawan saat tim gabungan Pemerintah Kota Bekasi, akan membongkar bangunan mereka, Rabu (14/1).

“Kalau mau bongkar, jangan tebang pilih. Semua yang ada di lahan pengairan harus dibongkar juga,” ujar Muhammad Musri, 32, salah seorang warga yang lahannya akan dirobohkan petugas.

Lelaki yang menjual kayu bekas ini menuturkan, bukan hanya di lokasi dia saja yang ada bangunan liar, di tempat lain juga ada, “Ini namanya pilih kasih, jangan-jangan ini lahan untuk pengusaha,” jelasnya.

Tim yang terdiri Satpol PP, Polresta Bekasi Kota, Kodim 0507 Bekasi, Sub Garnisun, aparat kecamatan dan kelurahan dipimpin, Rahdi Mahdi, Kasatpol PP, tetap membongkar bangunan itu. Warga sempat mempersiapkan ‘senjata’ untuk menghalau petugas, namun keburu tercium apara Polsek Medansatria.

Saat petugas datang, sempat terjadi pelemparan botol kaca dan warga memblokir jalan dengan membakar ban mobil dan kayu. Ada tiga titik lokasi pemblokiran di sebelah timur, barat dan tengah. Api membumbung tinggi dan membuat petugas membersihkan bara api.

Usai dibersihkan ada dialog antara petugas dengan pemilik bangunan, namun mereka akhirnya mau menerima dan pasrah.

Pembongkaran dengan bekopun berjalan dengan kawalan Satpol PP dan polisi, sementara pemilik banguinan hanya melihat saja. Beberapa barang yang ada di dalam bangunan sempat dikeluarkan dibantu aparat Satpol PP.

Rahdi Mahdi menyebutkan, pembongkaran itu dilakukan untuk menormalisasikan jalan yang ada di pengairan, selama ini menurut dia akses jalan di tempat itu menjadi alternatif pengendara sepeda motor, namun karena banyaka berdiri bangunan yang dijadikan usaha barang bekas, badan jalan pun tersitu.

“Selain itu pelebaran jalan lokasinya juga untuk penghijauan, karena selama ini jalan tersebut gersang tidak ada pepohonan,” jelas Rahdi Mahdi.

Hingga petang sebanyak 50 bangunan berhasil dibongkar petugas,  pemilik sebagian ada yang membongkar sendiri, namun keburu alat berat datang, “Kami sudah memberi batas waktu sebelum pembongkaran,” tandas Rahdi Mahdi, sambil mengatakan peringatan satu hingga tiga, ternyata tidak diindahkan para penghuni. (saban)