Thursday, 17 October 2019

Angkutan Umum Gunakan Solar, Tarif Tidak Turun

Sabtu, 17 Januari 2015 — 21:27 WIB
i

JAKARTA (Pos Kota) – Seiring penurunan harga BBM, Organda DKI Jakarta  menurunkan tarif angkutan umum hingga Rp500/penumpang. Sedangkan tarif angkutan yang menggunakan solar tidak turun.

Ketua Organda DKI Shafruhan Sinungan mengatakan, untuk tarif angkutan umum yang menggunakan bahan bakar jenis premium diperkirakan turun sebesar Rp 500. Tetapi, untuk angkutan umum dengan jenis bahan bakar solar tidak ada penurunan tarif.

Saat kenaikan tarif akhir tahun 2014 lalu, Gubernur Ahok  menyetujui kenaikan Rp1000, sehingg tarif saat ini Rp4000 dari sebelumnya Rp3000. Bila Organda hanya mengusulkan turun Rp500 maka Metro Mini, Kopaja dan bus besar tetap Rp4.000. Sedangkan jenis Mikrolet dan KWK Rp3.500.

“Angkutan umum yang pakai bahan bakar premium itu adalah angkutan kota (angkot) dan taksi. Kalau untuk solar nggak bisa turun. Karena harga solar lebih rendah penurunannya dibandingkan sebelumnya yaitu dari Rp 6.400. Sedangkan harga solar sebelum naik Rp 5.500,” kata Shafruhan, Sabtu (17/1).

Memastikan besaran penurunan harga angkutan umum, pihaknya akan melakukan rapat internal dengan para pengusaha angkutan terkait pembahasan penurunan tarif itu.

HARGA SUKU CADANG
Ditegaskannya, penurunan tarif tidak bisa terlalu besar hal disebabkan beberapa hal yakni, penurunan harga BBM hanya 17 persen, sedangkan harga suku cadang, oli dan ban mengalami kenaikan cukup tinggi.

Shafruhan berharap pemerintah pusat berpikir lebih matang lagi saat memutuskan menaikkan harga BBM. Sebab sangat mempengaruhi harga komponen dan suku cadang angkutan umum.

Seperti diketahui, mulai Senin (19/1), pemerintah akan menurunkan harga bahan bakar premium menjadi Rp6.600 dari Rp7.600. Sementara itu, untuk harga solar  yaitu dari Rp 7.250 menjadi Rp 6.400.

Gubernur Ahok mengaku sudah menginstruksikan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta mengkaji penurunan tarif angkutan umum dengan Organda DKI Jakarta. “Usulan tersebut harus segera diputuskan untuk selanjutnya ditetapkan,” katanya.

Menurut Ahok, saat keputusan kenaikan tarif ditetapkan, Organda dan Dinas perhubungan juga melakukan rapat atas usulan kenaikan tersebut. “Itu usulan Organda, jadi segera dirapatkan,” tegasnya.

TARIF TAKSI
Sementara itu, pengelola puluhan ribu taksi Blue Bird Group berencana menurunkan tarif. Saat ini tarif buka pintu Rp7.500 dan tiap kilometer Rp3.500.

Menurut Kepala Humas Blue Bird Grup Teguh Wijayanto, kemungkinan tarif taksi akan turun sekitar Rp500-1.000. Tetapi, masih menunggu dari keputusan Organda.
“Belum tahu persisnya berapa. harga BBM kan hanya 20 persen dari total perhitungan tarif, harus diperhitungkan juga harga suku cadang dan harga beli unit,” ucapnya.

Hadi, sopir taksi Blue Bird,  menyatakan, tak keberatan dengan penurunan tarif taksi. Dengan penurunan tarif, penumpang akan semakin banyak. “Tapi setorannya juga harus turun,” tuturnya. (john)