Monday, 11 November 2019

Pemprov DKI dan Organda Bahan Penurunan Tarif Angkutan Umum

Sabtu, 17 Januari 2015 — 5:25 WIB
Mikrolet di Terminal Kampung Melayu

Mikrolet di Terminal Kampung Melayu

JAKARTA (Pos Kota) – Pasca pengumuman penurunan harga bahan bakar minyak (BBM),  Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI akan melakukan penyesuaian tarif angkutan umum.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Benjamin Bukit mengatakan, penurunan harga BBM kali ini cukup besar, apalagi dilakukan dua kali dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Untuk itu, Dishubtrans akan melakukan rapat dengan Organda DKI dan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ).

Rapat tersebut membicarakan penyesuaian tarif angkutan di DKI Jakarta. Paling tidak, tarif angkutan bisa diturunkan, karena harga BBM sudah turun sebanyak dua kali.

“Seharusnya sudah ada penyesuaian tarif. Penurunan tarif angkutan pasti ada, karena penurunan harga BBM sangat signifikan,” kata Benjamin.

Untuk mengantisipasi harga BBM yang fluktuatif, akan dibuat sistem tarif atas dan tarif bawah, sehingga jika ada kenaikan atau penurunan harga BBM bisa langsung disesuaikan dengan sendirinya. Kebijakan tersebut akan dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan (SK) gubernur.

“Kalau harga BBM fluktuatif, kita antisipasi dengan SK Gubernur, dengan tarif batas atas dan bawah,” ujarnya.

Kendati demikian pihaknya belum bisa memastikan kapan tarif angkutan umum akan turun, diharapkan dalam waktu dekat. Harga BBM yang baru  berlaku mulai Senin (19/1) mendatang.

Benjamin minta masyarakat turut mengawasi tarif angkutan umum. Jika ada pihak yang menggunakan tarif tak sesuai, segera melapor. Sanksi yang akan diberikan bagi pengusaha angkutan yang membandel adalah pencabutan trayek.

Sebelumnya diberitakan, penurunan harga untuk premium dari semula Rp 7.600 menjadi Rp 6.600. Sementara untuk solar dari semula Rp 7.250 menjadi Rp 6.400.(John)