Tuesday, 22 October 2019

Program Bugar Minum Jamu Diluncurkan

Sabtu, 24 Januari 2015 — 16:18 WIB
Peluncuran Gerakan Bugar Minum Jamu oleh Menko PMK Puan Maharani dan Menkes Nila F Moeloek

Peluncuran Gerakan Bugar Minum Jamu oleh Menko PMK Puan Maharani dan Menkes Nila F Moeloek

JAKARTA (Pos Kota)- Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, didampingi Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek, meluncurkan Gerakan Bugar dengan Jamu (Bude Jamu) di halaman kantor Kementerian Kesehatan, kemarin. Acara yang diawali dengan olahraga bersama tersebut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Kerja, Kepala lembaga, pejabat di lingkungan Kemenkes, perwakilan gabungan pengusaha jamu, serta ibu-ibu penjaja jamu gendong.

“Gerakan Bude Jamu tentunya harus diawali oleh kita sendiri, misalnya, dengan menyediakan jamu pada rapat-rapat di kantor, membuka pojok jamu di tempat-tempat umum, penyediaan minuman jamu di hotel-hotel, termasuk penyediaan jamu di kantor kita,” kata Menkes Nila.

Diakui Menkes jamu memiliki spektrum yang luas mulai dari minuman jamu seperti beras kencur dan sinom, sampai dengan sediaan jamu untuk pengobatan. Jamu yang berkhasiat meningkatkan kebugaran akan terus dikampanyekan pemanfaatannya untuk peningkatan kesehatan. Sedang untuk jamu yang diklaim dapat mengobati penyakit, tentu harus melalui uji klinik yang benar.

Menko PMK, mengatakan, peluncuran gerakan ini, adalah bagian dari upaya untuk melestarikan budaya minum jamu dalam memelihara kesehatan dan kebugaran. “Jamu adalah warisan budaya, masyarakat Indonesia merawat kesehatan dengan minumm jamu secara rutin,” kata Puan.

Diakui saat ini jamu tidak lagi dianggap sebagai minuman masyarakat kelas menengah ke bawah. Jamu telah mengalami revolusi baik dari sisi bentuk sediaan maupun manfaatnya.

Menurut Puan, jamu tidak lagi sebagai stigma negatif yang dikenal masyarakat berupa bahan yang diproduksi secara sederhana dan pahit rasanya. Namun, saat ini jamu dapat dinikmati semua kalangan dalam bentuk sediaan yang sangat praktis, enak, berkhasiat dan menjadi bagian dari gaya hidup.

“Melalui jamu yang aman, berkhasiat, dan bermutu, maka pelayanan kesehatan ke depan tidak hanya menyelenggarakan pelayanan konvensional seperti yang tertuang pada PP 103/2014,” kata Puan.

Menko PMK menyampaikan apresiasinya kepada Kemenkes atas upaya dilakukan dalam mengangkat jamu ke tempat terbaik. Salah satu caranya, melalui saintifikasi jamu, yaitu penyediaan data ilmiah jamu meliputi keamanan, khasiat, dan mutunya.

Seusai memberikan arahan, Menko Puan bersama Menteri Kabinet Kerja — Menteri Koperasi dan UKM, Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembisa, Roy Sparingga, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Menteri Perindusian, Saleh Husin, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan, dan Kepala Badan Nasional Narkoba (BNN), Anang Iskanda, menandatangani komitmen bersama untuk Budaya Minum Jamu mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan masyarakat. (Inung)