Friday, 13 December 2019

Walikota Depok Minta Hipmi Tepis Tudingan Bully

Kamis, 5 Februari 2015 — 14:40 WIB

DEPOK (Pos Kota) – Walikota Nur Mahmudi Ismail berpesan kepada Hipmi agar menepis tudingan mengada-ada (bully) para netizen. Pasalnya, kehebohan tinggi tingkat kriminalitas berbanding terbalik dengan rekap data Polri.

“Tingkat pencurian kekerasan (curas) kendaraan bermotor di jalanan, justru Depok paling rendah se-Jabodetabek yaitu 5x setiap bulan. Dibanding Tangerang 50x dan Jakarta 70x,” ungkapnya usai membuka Musyawarah Cabang (Muscab) ke-4 Himpunan Pengusaha Muda (Hipmi) Depok di Sawangan Golf, kemarin (5/2).

“Tapi saya tidak bisa melarang (netizen) mem-bully karena itu adalah hak. Untuk itu kami imbau Hipmi agar menetralisir lewat fakta riil semata-mata demi minat investor ke Depok.”

Menanggapi ini, ketua Hipmi Depok (2011-2014) Mustofa Dwi Putra mengapresiasi imbauan itu sebagai upaya kondisif berusaha di wilayah ini. “Keamanan dan kenyamanan menjadi tawaran tertinggi bagi para pengusaha terutama Hipmi.”

Sementara calon ketua Hipmi periode 2015-2018, Devi Firman Hidayat dan Tribuwana, sepakat berjanji menciptakan pengusaha muda baru sekaligus lapangan kerja baru. “Pola kerja kami itu bagaimana seorang wira usaha dicipta mulai dari sekolah,” ujar Devi, yang Sekum Hipmi 2011-2014 itu.

Hal senada diungkap Tribuwana. Katanya, calon wira usaha muda akan dibentuk melalui bisnis utama bidang pendidikan yang ditekuninya. “Yang penting bagaimana membentuk pengusaha yang kreatif, inovatif, dan relijius,” ujar Tribuwana, warga Jakarta Timur, yang tertarik menciptakan peluang usaha di Depok.
(rinaldi/sir)