Friday, 22 November 2019

PPI: KPK Telah Kriminalisasi Anas Urbaningrum

Sabtu, 7 Februari 2015 — 17:14 WIB
Foto:Tiga tokoh PPI, Ia Zulfikar, Arifin SJ dan Ma'mun Murod (rizal)

Foto:Tiga tokoh PPI, Ia Zulfikar, Arifin SJ dan Ma'mun Murod (rizal)

JAKARTA ( Pos Kota) – Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI)  menyatakan bahwa adanya pernyataan Plt. sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto di depan Komisi III DPR RI (4/2), yang menyatakan bahwa ada unsur politik dalam kasus Draft Sprindik atas nama Anas Urbaningrum  (AU) tahun 2013  telah memperkuat gambaran tentang adanya masalah di dalam proses penegakan hukum di negeri ini.

“Keterangan Hasto menambah terang tendensi kriminalisasi  dalam kasus hukum Anas Urbaningrum. Jauh sebelumnya,  sudah jelas bahwa proses penetapan tersangka AU didahului oleh statemen tekanan oleh SBY dari Jeddah dan dinamika politik internel PD,” kata salah satu Ketua Presidium Nasionaal PPI, Ian Zulfikar, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2)

Ia menyatakan, publik juga tahu bahwa Sprindik AU tidak jelas dan malah sebelumnya dibocorkan kepada publik, serta menjadi skandal hukum yang serius. “Makin terang bahwa kriminalisasi kepada AU terkait kepentingan politik,” katanya.

Juru Bicara PPI, Ma’mun Murod Al Barbasy, menambahkan  KPK perlu memiliki kewenangan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Menurutnya, tidak ada wewenang SP3 pada KPK membuat lembaga antirasuah itu dianggap selalu benar oleh publik dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka.

“Tidak adanya SP3 menyebabkan adanya pendapat bahwa KPK menetapkan tersangka bahwa benar orang itu bersalah. Untuk itu perlu adanya SP3 pada KPK,” kata Ma’mun.

Mantan Sekretaris Departemen Agama DPP Partai Demokrat itu menuturkan, KPK bukanlah malaikat yang selalu benar dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka. Ia mencontohkan kasus yang menimpa Anas Urbaningrum, publik menilai bahwa Sprindik AU tidak jelas dan malah dibocorkan ke publik.

“Kasus Anas yang paling jelas yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Selain itu juga ada kasus mantan Ketua BPK dan SDA,” tuturnya. (rizal/yo)

  • Moch Ikhsan

    mancing diair keruh.

  • Angelina Sondakh

    Kesempatan mumpung kisruh masuklah….saya juga diKriminalisasi oleh KPK.

    • Tole Santosa

      Kriminalisasi itu bhs apa ? apa pula artinya ?, Koruptor ya wajar jika dianggap Kriminal tapi bukan dikriminalisasi yg artinya sy tak tahu, jangan2 ini bhs gaul ? yg belum ada dalam kamus BHS Indonesia ?

  • Andi

    Siapapun berhak membela koleganya itu sah2 saja tapi jangan terkesan membabi buta berbahaya untuk diri sendiri dan koleganya bisa jadi pembelaannya dianggap angin lalu apalagi andai yg dibela sdh menggunakan jasa pengacara yang tangguh.