Friday, 06 December 2019

Ahok Ancam Pedagang Makanan Berformalin Dengan Pasal Pembunuhan

Jumat, 13 Februari 2015 — 8:39 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Menjamin warga Jakarta memperoleh bahan makanan sehat, Pemprov DKI Jakarta bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) meluncurkan laboratorium mobil (bergerak) di lima wilayah.

Laboratorium tersebut dioperasikan pada pasar tradisional dan sawayanan. Harapannya, bahan makanan di seluruh pasar harus bebas dari bahan berbahayaa seperti formalin dan lainnya.”Bila masih saja ada bahan makanan mengandung bahan berbahaya maka akan digugat, dengan tuduhan percobaan pembunuhan secara sistematis dan perlahan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) usai  menandatangani kerja sama kesepakatan dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat, di Balaikota, Kamis (12/2).

Ahok mengatakan, pasar tradisional dan swalayan harus bersih dari bahan kimia atau makanan berformalin.

“Selama ini kita gugat orang, karena produknya mengandung bahan kimia. Saya ingin nanti membuat gugatan kepada mereka dengan tuntutan percobaan pembunuhan secara sistematis dan perlahan,” katanya.

Ia mengatakan, tidak hanya di pasar, tetapi juga produk yang dijual para pedagang di jalan akan dideteksi khusus. Apabila terbukti bersih dan halal, maka akan diberikan sertifikat.
Sementara itu,  Kepala BPOM, Roy Sparingga mengatakan, kerja sama ini dilakukan berdasarkan hasil monitoring di beberapa pasar di Jakarta.

Dari pemeriksaan,  menunjukkan penyalahgunaan bahan berbahaya pada produk pangan cenderung menurun. Di antaranya Pasar Cibubur, Pasar Koja Baru, Pasar Tebet Barat, Pasar Grogol, dan Pasar Johar Baru. Kelima pasar tersebut merupakan pasar percontohan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya tahun 2014.

Melalui kerja sama ini, katanya, BPOM dengan DKI akan meningkatkan daya saing UMKM bidang obat tradisional dan pangan, melalui pembinaan mengenai cara pembuatan yang baik.

Dengan demikian dapat memiliki dasar yang kuat untuk meningkatkan kerja sama dan sinergi dalam melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran obat dan makanan ilegal, serta penyalahgunaan bahan berbahaya pada produk obat dan makanan.(John)