Tuesday, 12 November 2019

Ternyata yang Menjadi PIL Cuma Mau Enaknya Sendiri

Rabu, 18 Februari 2015 — 5:48 WIB
DIA 18 FEB

SUNGGUH menyesal Sarpini, 20, memilih Rizaldi, 23, sebagai PIL. Sudah dibela-belaian mengkhianati cinta suami yang jadi TKI, begitu kepergok mesum di toilet umum, eh….. Rizaldi kabur cari selamat sendiri. Keruan saja Sarpini merasa dipermalukan di Kantor Satpam, belum nanti jika menjadi urusan polisi.

Jika masih bersolo karier (lajang), hidup menyendiri tanpa pendamping akan merasa tenang-tenag saja. Tapi coba bagi yang sudah berumahtangga, seminggu pisah dari pasangan tentu merasa kesepian. Itu baru seminggu, jika 150 minggu tak ketemu suami, bagaimana rasa rindu itu tak menggunung setinggi Himalaya?

Kondisi seperti itu dialami oleh Sarpini, warga Desa Karang Agung, Kecamatan Palang Kabupaten Tuban (Jatim). Pamitnya sang suami, Bronto, 27, jadi TKI di Malaysia. Tapi anehnya, sejak pergi 3 tahun lalu, hingga kini tak ada kabar beritanya. Jangankan uang kiriman, sedangkan posisi Bronto sekarang di mana juga tejo-tejoan alias nggak jelas.

Terus terang, sejak ditinggal suami Sarpini menjadi sangat kesepian. Dulu ketika masih ada Bronto, sering mengadakan “brontoyuda” di ranjang sebagaimana layaknya suami istri. Tapi sekarang, tiap malam hanya ketap-ketip sendirian, tidur gedabigan tak menentu. Teman satu-satunya hanya guling yang tak bermakna. Bisa memberikan kehangatan memang, tapi tidak paripurna.

Rupanya rasa sepi Sarpini tertangkap oleh Rizaldi, pemuda tetangganya. Secara pisik Sarpini ini juga cukup menarik dari sisi bodi dan penampilan. Tahu ada tetangga yang haus akan dahaga asmara, dia pengin menjadi dewa penolongnya. Bukankah agama selalu mengajarkan, harus gemar tolong menolong sama tetangga.

Kalau menolong model begituan sih, akeh tunggale (banyak). Tapi  Rizaldi tak peduli. Diam-diam dia mandekati si wanita semi janda itu. Melihat visi dan misi Sarpini, sepertinya punya platform yang sama. Artinya, bila kepepet harus berselingkuh demi kepuasan badaniah, Sarpini siap menjalankannya.

Mewujudkan koalisi Sarpini-Rizaldi, keduanya beberapa hari lalu pergi ke tempat wisata pemandian Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Tuban. Ketika keduanya pas di toilet umum, mendadak setan mengompori untuk berbuat hil-hil yang mustahal. “Mumpung sepi nggak ada orang, sikat saja Bleh…..” bisik setan memberi semangat.

Setan bilang demikian, tapi hati nurani mengingatkan: jangan, tak baik ganggu bini orang. Pusing kan jadinya Rizaldi ini, mirip Presiden Jokowi yang kebanyakan menelan nasihat dan petunjuk dari kanan kiri. Setan mengajak begini, hati nurani mengajak begitu. Padahal Rizaldi sampai berbuat begini mau nolong tetangga yang lama tak begitu.

Tapi karena Rizaldi merasa punya hak prerogative sebagai penyelenggara keluarga, dia ambil resiko memilih jalan setan. Seperti tak ada tempat saja, Sarpini-Rizaldi menuntaskan birahi sambil “jumenengan” (berdiri) di ruang sempit toilet yang berbagu pesing itu. Cuma sialnya, belum juga terpuaskan, keburu pintu digedor Satpam. Keduanya yang dalam kondisi setengah bugil itu dibawa ke pos.

Celakanya, ketika Satpam lengah, Rizaldi melarikan diri. Tinggal kini Sarpini sendirian menghadapi resiko, dipermalukan di depan umum. Belum lagi jika kasusnya diteruskan ke polisi. Menyesal sungguh dia punya PIL yang tak tanggungjawab.

Namanya juga PIL: Puas, Ingin Lari. (DC/Gunarso TS)

Terbaru

Bagus Kahfi bersama pemain Timnas Indonesia U19 merayakan gol yang dicetak ke gawang Korea Utara. (instagram official pssi)
Selasa, 12/11/2019 — 9:21 WIB
Bagus Kahfi Bicara Soal Pelatih Timnas U19
Seorang warga selfie di JPO tanpa atap. (guruh)
Selasa, 12/11/2019 — 9:10 WIB
JPO Tanpa Atap, Kayak di New York!