Sunday, 15 December 2019

Mantan Dirut TVRI Diperiksa Terkait Korupsi

Kamis, 26 Februari 2015 — 21:49 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung memeriksa mantan Dirut Lembaga Penyiaran Publik (LPP)TVRI dan tiga Direksi TVRI terkait kasus dugaan korupsi program siap siar TVRI, tahun anggaran 2012 senilai Rp47,8 miliar.

Namun, sampai akhir pemeriksaan, Kamis (26/2) sore keempat orang tersebut masih berstatus sebagai saksi dan belum sebagai tersangka.

Kapuspenkum Tony Tribagus Spontana menyebutkan keempat orang yang diperiksa oleh tim penyidik tersebut, adalah  H Farhat S (mantan Direktur Utama LPP TVRI), Irwan Hendarmin (Direktur Program dan Bidang LPP TVRI Eddy Machmuddi Effendi (Direktur Keuangan LPP TVRI selaku kuasa pengguna anggaran), dan Badaruddin Achmad (anggota dewan pengawas TVRI).‎

“Ini baru pemeriksaan awal dan tim penyidik baru mengumpulkan keterangan. Jadi, beri kesempatan mereka bekerja dahulu,” kata Tony, di Kejagung, Kamis (23/2) petang.

Dia menjelaskan materi pemeriksaan keempat saksi adalah soal  kronologis dan kewenangan saksi.
Sehari sebelumnya, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus R Widyo Pramono telah mengisyaratkan akan ada penambahan tersangka baru, termasuk para pejabat TVRI.

Sampai kini, Kejagung telah menetapkan sebanyak tiga tersangka, yakni Mandra Naih alias Mandra selaku Dirut PT Viandra Production,  Iwan Chermawan (Direktur PT Media Art Image) dan Yulkasmir (pejabat pembuat komitmen) yang juga adalah pejabat teras di TVRI. Sejauh ini, dugaan kerugian negara sekitar Rp3,6 miliar. (ahi)