Thursday, 21 November 2019

Hingga Awal Maret Sudah 165 Kali

Meski Musim Hujan, Kebakaran Justru Kerap Terjadi di Jakarta

Minggu, 8 Maret 2015 — 6:00 WIB
Api menghanguskan ratusan rumah di Tanah Abang

Api menghanguskan ratusan rumah di Tanah Abang

JAKARTA (Pos Kota) – Pemprov DKI Jakarta mengimbau Warga di pemukiman padat mewaspadai bahaya kebakaran. Sebab, kendati masih musim penghujan, kebakaran tetap mengancam. Bahkan tahun ini hingga awal Maret ini sudah terjadi 165 kasus kebakaran.

Dari ratusan kasus kebakaran di tahun 2015 ini, kerugian yang diperkirakan  mencapai Rp 51.1 miliar. Kemudian korban meninggal ada sebanyak dua orang dan luka-luka ada sebanyak 11 orang.
Bila la dibandingkan dengan peristiwa kebakaran yang terjadi pada Januari-Maret 2014 yang mencapai 206 kasus,

Kepala DPKP DKI Jakarta, Subedjo, mengatakan jumlah kasus kebakaran di Jakarta setiap tahunnya naik turun.

Pada tahun 2014, tercatat telah terjadi 696 kasus kebakaran sepanjang tahun 2014 dengan jumlah pengungsi mencapai 3.221 orang.

“Dari jumlah itu, 648 kasus kebakaran disebabkan karena korsleting listrik,” katanya, kemarin.
Puncak kebakaran terjadi pada September dengan 99 peristiwa kebakaran dan paling sedikit terjadi Januari yakni sekitar 12 kejadian.

Di bulan September, saat itu Jakarta masih musim panas sehingga beberapa pemukiman terutama yang padat penduduk dengan bangunan semi permanen menjadi mudah terbakar. Kerugian akibat peristiwa itu pun cukup besar yakni Rp 613 juta.

Besarnya jumlah kerugian ini salah satunya disebabkan karena jumlah pemukiman yang dilalap api sebagian besar bersifat permanen yakni sekitar 481 rumah sedangkan yang semi permanen hanya berjumlah sembilan unit rumah.

Kebakaran yang paling banyak melalap rumah semi permanen terjadi di Juni 2014 yakni mencapai 452 rumah walaupun jumlah laporan kebakarannya hanya 56 rumah.

“Musibah kebakaran ini juga bisa disebabkan banyak hal mulai dari ledakan tabung gas, pembakaran sampah dan korsleting listrik. Khusus di wilayah Jakarta, penyebab kebakaran terbesar disebabkan oleh korsleting listrik,” ungkapnya.

Ia mengatakan  penertiban kawasan kumuh dan padat ternyata membawa dampak positif bagi Kota Jakarta. Tidak hanya membuat kota menjadi tertata lebih rapi dan indah, tetapi juga dapat menurunkan angka kasus kebakaran di Kota Jakarta.

Dijelaskan, Pemicu utama kebakaran di kawasan kumuh adalah terjadinya arus pendek listrik akibat sambungan listrik ilegal.

“Penyebab kebakaran terbesar itu terkait dengan listrik. Akses jalan yang ada ikut mempengaruhi respons dari petugas damkar. Biasanya akses jalan di kawasan kumuh sempit. Tapi sejak ada penertiban, waktu respons kita bisa lebih cepat. Penertiban permukiman di pinggir kali merupakan salah satu upaya mempermudah petugas damkar untuk mengambil air,” jelasnya.(John)

Terbaru

bri
Jumat, 22/11/2019 — 1:09 WIB
Panglima TNI Terima Kunjungan Direksi BRI
Wali Kota Depok Muhammad Idris saat melantik sekitar 55 orang administrator dan pengawas di lingkungan Kota Depok. (anton)
Kamis, 21/11/2019 — 23:34 WIB
Usai Mutasi, 55 ASN Depok Dilantik Mendadak
Indra Syafrie
Kamis, 21/11/2019 — 23:13 WIB
SEA Games 2019
Timnas Indonesia Tiba di Filipina