Friday, 06 December 2019

Islam Indonesia yang Moderat Jadi Daya Tarik Negara Lain

Senin, 9 Maret 2015 — 9:57 WIB
Foto- Pimpinan Ponpes (Pondok Pesantren) Asshiddiqiyah Kiai Noer Iskandar, SQ dalam acara Festival Hadrah Al-Banjari se-Jabotabek,Ponpes Asshiddiqiyah, Jl Kedoya, Jakarta Barat. (johara)

Foto- Pimpinan Ponpes (Pondok Pesantren) Asshiddiqiyah Kiai Noer Iskandar, SQ dalam acara Festival Hadrah Al-Banjari se-Jabotabek,Ponpes Asshiddiqiyah, Jl Kedoya, Jakarta Barat. (johara)

JAKARTA (Pos Kota) – Islam Indonesia yang moderat dan penuh toleran menjadi daya tarik bagi negara, khususnya negara-negara Islam di Timur Tengah dan juga negara lainnya.

Demikian disampaikan Dewan Penasihat Persatuan (rabitha) Islam se-Nusantara Kiai Noer Iskandar, SQ di sela Festival Hadrah Al-Banjari se-Jabotabek, di Ponpes (Pondok Pesantren) Asshiddiqiyah, Jl Kedoya, Jakarta Barat.

Menurut Kiai Noer, Islam Indonesia menjadi contoh bagi negara lain, terutama bagaimana mereka mengambil pelajaran dari Islam Indonesia yang bisa hidup berdampingan dengan agama lain, hidup rukun damai.

“Sebab itulah, Persatuan Islam se-Nusantara yang dipimpin tokoh Islam dari Malaysia akan mengadakan pertemuan di Indonesia, tidak lain mereka ingin mendapatkan masukkan bagaimana menjadikan Islam yang rahmatan lil’alamin (rahmat bagi semua).

Pengertian nusantara dalam organisasi ini, papar Kiai Noer, dalam konteks sejarah, nusantara tidak hanya meliputi dari Sabang sampai Merauke, tapi juga meliput beberapa negara anggota ASEAN.

Sebab itu, lanjut Kiai Noer, para tokoh agama Islam se-nusantara tertarik atas konsep Islam moderat yang dikembangkan di Indonesia. “Inilah yang membuat citra Islam menarik, tidak seperti yang dikesankan selama ini,” papar Kiai Noer.

Menurut dia, munculnya ISIS, Islamic State of Iraq and Syria sebagai organisasi yang menonjolkan kekerasan, bertolak belakang dengan ajaran Islam yang damai dan mengembangkan toleransi.

(johara/sir)