Monday, 09 December 2019

Ketua DPRD DKI: Banyak Lahan Pasar Telantar Bisa Dibangun Rusun

Selasa, 10 Maret 2015 — 10:07 WIB

GAMBIR (Pos Kota) – Untuk pengadaan lahan rumah susun, Pemprov DKI Jakarta diminta dewan dapat memanfaatkan aset milik PD Pasar Jaya. Saat ini banyak gedung pasar yang telantar dan telah lama ditinggalkan pedagang, sebaiknya bisa dibangun rusun untuk rakyat kecil.

“Jadi, untuk pengadaan lahan, sebaiknya pemprov tidak asal beli, karena banyak lahan nganggur milik PD Pasar Jaya,” ujar Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi di gedung dewan kawasan Gambir.

Menurutnya, ada beberapa lahan bekas pasar tradisional yang bisa dibangun rusun. Tempatnya sangat strategis, di tengah keramaian kota, sehingga tentu akan diminati masyarakat ekonomi lemah.

Jadi, setelah lahan bekas pasar itu dibangun rusun, lalu pemiliknya PD Pasar Jaya yang merupakan BUMD, dibayar ganti rugi, tentu akan sama-sama menguntungkan.

“Kalau diganti untung, tentu PD Pasar Jaya tidak akan keberatan,” kata Prasetio, politisi PDIP. Ia menambahkan saat ini masih banyak warga miskin butuh hunian layak seperti rusunawa.

Pada kesempatan Prasetio mengingatkan agar Pemprov DKI bukan sebatas membangun rusun saja, tetapi juga harus mengawasi penggunaannya. “Konsep pembangunan rusun adalah untuk rakyat miskin. Oleh sebab itu, SKPD harus ketat mengawasinya. Jangan sampai rusun dinikmati golongan ekonomi menengah atas untuk bisnis hunian maupun tempat usaha,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan lapangan sejumlah rusunawa banyak dihuni ekonomi menengah. Hal itu terlihat dari banyaknya mobil milik penghuninya.

Dinas Perumahan DKI Jakarta selaku penanggung jawab rusun harus secara terus-menerus melakukan sweeping dari pintu ke pintu. Jika penghuni tidak sesuai daftar, harus dipaksa meninggalkan rusun yang disewakan dengan harga sangat murah kisaran Rp 300 ribu terdiri dari dua kamar.
(joko/sir)