Friday, 15 November 2019

Mentan Panen Padi Perdana di Indramayu

Rabu, 11 Maret 2015 — 13:45 WIB

INDRAMAYU (Pos Kota) – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengharapkan, pada musim panen 2015 ini ada kenaikan kembali produksi gabah sebesar 20 persen, katanya saat panen perdana tanaman padi milik anggota kelompok tani di Desa Sukamelang, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (11/3).

Menteri sangat berharap terhadap peningkatan hasil produksi padi di Indramayu sebagai salah satu lumbung padi di Provinsi Jawa Barat harus dapat mempertahankan produksinya. Untuk mendorong kenaikkan produksi, katanya pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap produktifitas padi di daerah-daerah.

“Bagi daerah yang dapat meningkatkan produksi padi sampai dengan 20 persen akan diberi bantuan kembali baik traktor, pupuk dan benih,” kata Mentan disambut tepuk tangan para petani yang menghadiri panen perdana tanaman padi di Desa Sukamelang.

Sementara itu berdasarkan pemantauan Pos Kota, tanaman padi milik petani yang sudah panen awal di Kabupaten Indramayu berlangsung di Kecamatan Trisi dan Kroya. Tanaman padi yang panen awal itu ditanami padi pada bulan Desember 2014, saat musim penghujan tiba para petani buru-buru menyambutnya dengan melakukan pengolahan tanah.

Meskipun tanaman padi di dua kecamatan itu sudah mulai dipanen, namun dampaknya masih belum berpengaruh terhadap harga gabah dan harga beras. Harga gabah masih cukup tinggi bertengger mencapai Rp5.500 per Kg. “Sesudah memasuki panen raya yang diperkirakan berlangsung sebulan kemudian harga gabah yang tinggi itu biasanya akan anjlok menjadi Rp3.300 per Kg,” kata Surmana, 53 salah seorang petani yang sawahnya mulai dipanen dan tinggal di Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya.

Di Pasar Indramayu, harga beras masih tetap bertahan tinggi. Untuk harga beras kualitas biasa harganya Rp11.500 per Kg. Sedangkan untuk harga beras kualitas medium dijual pedagang Rp13 ribu per Kg. Harga itu sama seperti sepekan lalu atau sebelum masa panen perdana tanaman padi berlangsung di Kecamatan Trisi dan Kroya.

Berdasarkan pemantauan Pos Kota, tingkat produktifitas hasil panen pada tanaman padi milik petani di Kecamatan Trisi dan Kroya cukup bervariasi. Ada tanaman padi yang menghasilkan gabah 6,2 ton per Hektar ada juga tanaman padi yang hasil panennya dibawah 6 ton.
(taryani/sir)