Monday, 21 October 2019

DPRD Nilai Pemprov DKI Gagal Antisipasi Kebakaran

Jumat, 13 Maret 2015 — 8:28 WIB
Kebakaran di tanah Abang hanguskan ratusan rumah

Kebakaran di tanah Abang hanguskan ratusan rumah

JAKARTA (Pos Kota) – Antisipasi kebakaran di wilayah ibukota dinilai gagal. DPRD DKI Jakarta mendesak kinerja Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI dievaluasi.

Menurut Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI, Selamat Nurdin, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bukan hanya bertugas melakukan pemadaman, namun juga langkah antisipasi dan sosialisasi terhadap masyarakat terkait kebakaran. Tidak hanya itu, Selamat yang duduk sebagai anggota Komisi C inipun mempertanyakan ketersediaan sarana pemadam kebakaran yang selama ini digadang mampu menanggulangi amukan jago merah. Seperti pawang geni.

“Logikanya kalau peralatan itu berfungsi maksimal sebagai penanganan awal kebakaran oleh warga, jumlah korban dan kerugian bencana itu kann tidak meningkat tajam dibanding tahun lalu,” tukas Selamat, Kamis (12/3).

Begitupun dengan langkah sosialisasi antisipasi. “Jika ini maksimal dilakukan, minimal kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran kan meningkat. Sehingga potensi bencana ini bisa diminimalisir,” tambahnya.

Karenanya, Selamatpun berharap adanya evaluasi kinerja dari dinas tersebut. Apalagi sejak adanya perombakan ‘kabinet’ dan seleksi pejabat, Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama berjanji akan mengevaluasi kinerja aparatnya dalam tiga bulan. “Ini udah masuk bulan ketiga. Penilaian kinerja sudah seharusnya dilakukan,” tegas Selamat.

Data Dinas DPK-PB DKI , sepanjang Januari hingga 11 Maret tercatat sebanyak 182 kasus terjadi. Dari total kejadian, jumlah kerugian yang diderita pun cukup fantastis yakni mencapai Rp55,6 miliar.

Kepala Dinas DPK-PB DKI, Subejo mengatakan, jumlah kerugian materi tahun ini meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. Pada 2014, kerugian kebakaran hingga April mencapai Rp51,66 miliar.

Kasus kebakaran selama hampir dua setengah bulan terakhir ini paling banyak terjadi di Jakarta Barat. Dengan total kejadian sebanyak 43 kasus. Kemudian disusul Jakarta Selatan yakni 42 kasus, Jakarta Timur 34 kasus, Jakarta Pusat 33 kasus, dan Jakarta Utara 30 kasus. Sementara di Kepulauan Seribu, sejauh ini belum pernah terjadi kebakaran.

Pihaknya mencatat, penyebab utama kebakaran hingga pekan kedua Maret ini, masih didominasi arus listrik pendek atau korsleting. Dari total jumlah kasus kebakaran tersebut, sebanyak 142 kasus terjadi akibat arus pendek. “Selebihnya karena faktor lainnya seperti kompor meledak ada 10 kasus, rokok di dalam rumah ada 4 kasus dan lain-lain ada 26 kejadian,” ucapnya.(Guruh)