Thursday, 21 November 2019

Pejabat Pemprov DKI Batal Terima Tunjangan Dinamis

Kamis, 19 Maret 2015 — 17:05 WIB
Sekda DKI Jakarta Mohammad Syaefullah

Sekda DKI Jakarta Mohammad Syaefullah

GAMBIR (Pos Kota) – Semakin banyak tujangan PNS Pemprov DKI yang dihilangkan. Salah satunya Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) dinamis. Pasalnya, tunjangan perbaikan penghasilan yang diajukan pada draft APBD 2015 tersebut dicoret oleh Kemendagri dengan alasan jumlahnya terlalu besar.

“Jadi, tahun ini kami tidak jadi melaksanakan TKD dinamis. Kami sedang mempertimbangkan  nanti akan digabung dengan tunjang kerja yang sudah ada sebelumnya,” kata Sekda DKI Jakarta Mohammad Syaefullah di Balaikota, Gambir, Kamis (19/3).

Menurutnya, pihaknya berencana memberikan TKD dinamis untuk menghapus uang honor yang ada pada tiap kegiatan di SKPD. “Pemberian honor itu  tidak merata di SKPD, sehingga ada pegawai yang keseringan dapat honor namun ada juga yang jarang  terima honor. Istilahnya hujan merata alias cuma hujan lokal,” papar Syaefullah yang juga selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Untuk itulah, pemprov berencana menghapus honor dan menerapkan program baru TKD dinamis. Walaupun sebenarnya PNS DKI selama ini telah menerima TKD statis yang dihitung berdasarkan kehadiran di tempat kerja melalui mesin absen. Adapun  TKD dinamis yang juga diberlakukan kepada tiap karyawan, dihitung berdasarkan kegiatan kerja. “Intinya kami ingin memberikan penghasilan yang lebih merata bagi seluruh pegawai. Istilahnya tidak lagi terjadi hujan yang tidak merata, melainkan mendung saja yang merata,” papar Syaefullah, mantan Walikota Jakarta Pusat. (Joko)