Thursday, 14 November 2019

Ratusan Guru Berbagai Daerah Ikut Program Pakem

Jumat, 20 Maret 2015 — 13:01 WIB
Foto-Pelatihan program PAKEM yang diikuti ratusan guru SD. (Ist)

Foto-Pelatihan program PAKEM yang diikuti ratusan guru SD. (Ist)

JAKARTA (Pos Kota)- Untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap kurikulum 2013, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bekerjasama dengan Djarum Foundation menggelar pelatihan bagi ratusan guru-guru SD. Pelatihan Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Pembelajaraan Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) tersebut diikuti guru-guru dari Jakarta, Bogor, Cilegon, Karawang, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang dan Kudus.

“Sejatinya kualitas pendidikan tidak mungkin melebihi kualitas pengajarnya. Filosofi ini yang mendasari kami melakukan pelatihan bagi guru,” kata Direktur Program Djarum Foundation, Primadi H. Serad.

Menurut Primadi, program ini sudah berjalan selama 3 tahun dimulai tahun 2013 dan akan berakhir 2015. Program ini antara lain diikuti oleh 4 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kudus, yakni SD Negeri 1 Jatikulon, SD IT Al Islam, SD Masehi, dan MI NU Banat.‬ selain itu juga sekolah-sekolah diwilayah lain di Indonesia.

Mekanismenya lanjut Primadi masing-masing dari sekolah tersebut mengirimkan satu Kepala Sekolah dan 10 tenaga pendidiknya guna mengikuti rangkaian program Peningkatan Kualitas Pendidikan ini.

Primadi mengatakan sepanjang tahun 2013 lalu, para guru telah mendapatkan pelatihan PAKEM, yang tujuannya memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif di dalam proses untuk menghasilkan siswa-siswi aktif, kreatif, cinta akan belajar, tangguh dan unggul di bidangnya masing-masing.

“Metode pembelajaran ini wajib dikuasai oleh para guru dalam menerapkan Kurikulum 2013, dimana mereka ditantang untuk dapat merubah budaya mengajar di dalam kelas, sehingga dapat tercipta suasana pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan untuk meningkatkan kemampuan afektif para anak didik,” lanjut Primadi.

Dan untuk kepala sekolah, program ini memberikan pelatihan tata kelola dan tata layanan pendidikan, sehingga mereka mampu menjadi seorang pemimpin (leader) dan pengelola (manager) yang handal dalam membuat suasana pembelajaran yang baik di sekolah.

Para guru yang telah mendapatkan pelatihan diharuskan untuk melakukan diseminasi (proses penyebaran inovasi yang direncanakan, diarahkan, dan dikelola) keterampilannya kepada rekan-rekan guru SD lainnya di seluruh Kabupaten Kudus. Hal ini dilakukan guna membangun sistem dan keberlangsungan hasil program PAKEM yang telah dijalankan.

Kegiatan diseminasi itu sendiri dilakukan oleh seluruh guru-guru peserta pelatihan pada April 2014 dan untuk wilayah Jakarta, Bogor, Cilegon, Karawang, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang pada 16 – 18 Maret 2015 di Gedung Jam’iyyatul Hujjaj Kudus (JHK).

Primadi berharap pembelajaran melalui sebuah project pada sistem PBL yang diterapkan, akan meningkatkan kemampuan kognitif anak didik, kepekaan akan kondisi lingkungan sekitar juga semakin tajam, serta mampu memberikan rangsangan untuk terus menciptakan sebuah gagasan positif terhadap fenomena di lingkungan sekitarnya.

“Segala upaya dalam peningkatan kualitas pendidikan dimulai dari peningkatan kualitas para tenaga pendidiknya. Program kolaborasi bersama BNI ini bertujuan untuk memberikan bekal bagi para guru dan kepala sekolah, sehingga mereka mampu menjadi tenaga pendidik yang berkualitas.

Memasuki tahun ketiga, program ini fokus pada School Based Key Teacher Development, yaknipembentukan guru tutor agar nantinya mereka dapat melakukan pengembangan guru tutor melalui deseminasi di sekolah-sekolah dan Kelompok Kerja Guru (KKG)”, ujar pungkas Primadi H. Serad.

(inung/sir)