Thursday, 17 October 2019

Barnabas Suebu Jadi Tersangka Kasus Korupsi di KPK

Jumat, 3 April 2015 — 18:48 WIB
Barnabas Seibu - mantan Gubernur Papua

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu, sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Barnabas Suebu dituding telah menyalahgunakan kewenangan untuk menguntungkan diri sendiri dalam proyek Detailing Engineering Design (DED) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Danau Sentani dan Danau Paniai, Papua, tahun anggaran 2008.

Sebelumnya, Barnabas juga tersangkut kasus serupa. Yakni dugaan korupsi pengadaan DED PLTA di Sungai Mamberamo, Papua, tahun anggaran 2009-2010. Dalam kasus tersebut KPK pun sudah menetapkannya sebagai tersangka, 5 Agustus 2014. Perkara ini masih dalam proses penyidikan.

“Jadi, ini adalah pengembangan dari kasus sebelumnya, tetapi lokasi berbeda, dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan DED PLTA Danau Sentani dan Danau Paniai tahun anggaran 2008 di Provinsi Papua,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, melalui pesan singkatnya, Jumat (3/4).

Selain Barnabas, KPK juga kembali menetapkan Direktur Utama PT Konsultasi Pembangunan Irian Jaya (KPIJ), Lamusi Didi sebagai tersangka. Pengusaha ini juga sebelumnya turut dijerat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan DED PLTA di Sungai Mamberamo, Papua, tahun anggaran 2009-2010.

Atas perbuatan mereka dalam proyek DED PLTA Danau Sentani dan Danau Paniai, KPK menaksir negara dirugikan hingga sekitar Rp9 miliar. Sementara, untuk kasus PLTA Sungai Memberamo, Barnabas diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp36 miliar.

Keduanya lantas dijerat dengan Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Barnabas Suebu adalah Gubernur Irian Jaya periode 1988-1993 dan Gubernur Papua periode 2006-2011. Dia juga tercatat sebagai Anggota DPR terpilih periode 2014-2019 dari Partai Nasdem.

Penyidik KPK telah menahannya di Rumah Tahanan (Rutan) Gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Sedangkan Lamusi Didi ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur. Keduanya ditahan sejak Jumat (27/2). (yulian/d)