Monday, 16 December 2019

Mobil Masuk Jurang Satu Tewas Dua Luka Parah

Sabtu, 4 April 2015 — 18:04 WIB
Mobil Kijang Super masuk ke jurang Cisarakan, di Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu

Mobil Kijang Super masuk ke jurang Cisarakan, di Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu

SUKABUMI (Pos Kota) – Mobil Kijang Super  bernopol F 1021 TB berpenumpang tiga orang nyungseb ke jurang sedalam  75 meter di Tanjakan Cisarakan, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (4/4).

Sopir, Gunawan, 45, warga Kampung Ciacing, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, tewas seketika.  Sementara dua penumpang lainnya,  Wawan (40) dari Kampung Cikaramat, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, dan Anto (37), warga Kampung Ciacing, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Palabuhanratu, lantaran mengalami luka cukup serius.

Peristiwa terjadi saat mobil Kijang Super dari arah Palabuhanratu hendak menuju ke Bogor dengan membawa satu unit mesin genset melintasi ruas jalan tanjakan tajam Cisarakan, Desa Buniwangi. Ketika tepat di jalan tanjakan,  tidak mampu menaikinya. Diduga rem blong, mobil itu mundur hingga sejauh 31 meter dari posisi semula dalam kondisi mesin mati. Karena tak bisa dikendalikan, kemudian kendaraannya masuk ke jurang dengan kedalaman 75 meter bersama kedua orang penumpang lainnya.

Mobil itu ringsek dengan posisi terbalik. Warga yang melihat kejadian itu, bergegas mengevakuasi para korban yang masih berada di dalam mobil.

Kanit Laka Lantas Polres Sukabumi, Ipda Hermansyah menyebutkan, ketiga korban telah dievakuasi dengan dibantu warga setempat dan dilarikan ke IGD RSUD Palabuhanratu.

“Korban meninggal dunia diketahui bernama Gunawan. Korban merupakan sopir mobil naas itu, sedangkan dua korban lagi atas nama Wawan dan Ato. Kedua korban selamat dalam keadaan sadar saat di evakuasi ke RSUD Palabuhanratu,” ungkap Hermansyah.

Dia memaparkan, kendaraan yang ditumpangi para korban hendak menuju ke Pongkor Bogor dari arah Simpenan. Selain membawa penumpang, mobil itu mengangkut mesin genset yang rencananya akan dioperasikan di kawasan penggalian emas di Pongkor.

“Kondisi mobil terbalik di jurang. Untuk mengangkat mobil di dalam jurang itu, kita masih menunggu kendaraan yang memungkinkan. Kendaraan penarik akan didatangkan dari Kota Sukabumi,” ujarnya.

Pihaknya sudah melakukan cek TKP untuk mengetahui titik kejadiannya serta penyebab kecelakaan. Kemudian guna mengetahui penyebab kecelakaan ini, pihaknya akan memeriksa mobil tersebut dengan menggunakan saksi ahli dari bengkel untuk mengecek kelayakan kondisi mobil ketika dioperasionalkan.

“Langkah-langkah itu untuk mengetahui penyebab kecelakaan. Apakah pengemudi lalai atau memang kendaraannya tidak layak, masih perlu pemeriksaan mendalam,” terangnya.

Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Raden Erik Bangun Prakasa mengatakan, sering terjadinya kecelakaan di jalur alternatif ini akibat kurang terpasang marka jalan. Penyebab lainnya, disepanjang jalan banyak tikungan dan tanjakan curam.

Menurut dia, kecelakaan maut kerap kali terjadi di jalan alternatif tersebut. Apalagi kondisi jalan arah Cikidang menuju Palabuhanratu dan sebaliknya banyak tikungan, tanjakan, dan turunan tajam. Oleh karena itu, pengemudi kendaraan yang melintas di jalur ini harus ekstra hati-hati untuk menghindari kecelakaan.

“Kami imbau kepada pengguna jalan alternatif ini harus berhati-hati guna menghindari jatuh korban. Pahami situasi dan kondisi jalan tersebut saat akan melewatinya,” ucapnya. (sule)