Tuesday, 12 November 2019

Rakyat Tergantung ke Gas, Menjadi “Mainan” Pertamina

Sabtu, 4 April 2015 — 6:42 WIB

KETIKA minyak tanah masih ada, seratus kali harga gas naik, rakyat kagak ngaruh. Sekarang, katanya minyak masih ada, tapi tinggal harga doang, sedang barangnya tiada. Maka ketika harga gas sebentar-sebentar naik, rakyat jadi kelabakan. Apa lagi yang terjadi sekarang ini, Pertamina menaikkannya lewat “operasi senyap” alias diam-diam. Maka sejak gas jadi andalan, rakyat kecil sering jadi mainan Pertamina.

Sejak pemerintah mengkonversi minyak tanah ke gas pada tahun 2008, rakyat menjadi sangat tergantung pada gas. Di daerah tertentu minyak tanah masih ada. Tapi di Jakarta, tak lagi ditemukan bahan bakar yang orang Banyumas menyebutnya “lenga latung” itu. Bahkan di pompa bensin Pertamina pun, yang katanya masih dijual dengan nama kerosin, barang itu sudah tak ada dijual.

Karena konsumen sudah tergantung pada gas, baik yang 3 Kg maupun 12 Kg, dari hari ke hari rakyat kecil selalu jadi mainan Pertamina. Berapapun Pertamina bikin harga, rakyat hanya bisa mengeluh, tapi…… beli juga. Paling konyol yang terjadi belakangan ini, Pertamina menaikkan gas 12 Kg Rp 8.000,- pertabung tanpa pemberitahuan kepada konsumen. Alasannya, untuk menutup peluang bagi spekulan menimbun barang.

Kita konon punya persediaan/cadangan gas yang melimpah ruah. Tapi karena tak ada dana untuk membangun infrastruktur, hanya daerah terentu yang sudah ada pelayanan gas system pipanisasi. Sedangkan produk gas yang berlebih itu akhirnya dijual ke RRT dengan harga murah sekali.

Jokowi dikenal sebagai pemimpin yang mau mendengar suara rakyat. Ketimbang sebentar-bentar rakyat jadi mainan Pertamina gara-gara gas yang dijual mahal, bagaimana jika Jokowi-JK memprioritaskan pipanisasi gas untuk rakyat. Ini jauh lebih bagus ketimbang mau bikin KA supercepat Jakarta-Bandung yang hanya memanjakan orang kaya.

Dulu Megawati saat jadi presiden menjual murah gas ke luar negeri, karena kita belum bisa bangun infrastrukturnya. Nah, Jokowi yang katanya “petugas partai”, mampukah mewujudkan permintaan rakyat yang paling sederhana ini? – gunarso ts

  • Minyaaaaaaaakkkkkkkkk

    Dulu di wajibkan pake gas.. setelah rakyat mengikuti kata hati pemerintah.. sekarang harga gas di naikan.. memang pemerintah itu bukan melindungi rakyat…… tapi menyengsarakan rakyat….

    • gozali

      itulah akibat salah pilih jadinya masyarakat golongan menengah ke bawah makin sengsara,juga orang miskin tambah banyak,salam gigit jariii…

  • karedok

    Harga makanan menjadi tambah mahal gara2 gas naik terus2an

  • Gunawan

    Pemerintah sekarang ini hebat baru 5 bulan berjalan sdh mampu menaikan harga2 kebutuhan pokok termasuk gas, nanti 1 th berkuasa bisa jadi harga2 kebutuhan pokok tak terkendali.