Friday, 22 November 2019

Tiga Tersangka Ditahan

Polres Jakut Sita 6,25 Kg Ganja Jalur Laut Dari Bandar Jaringan Aceh

Senin, 13 April 2015 — 12:45 WIB
Foto-Tersangka bandar narkoba diamankan Tim Narkoba Polres Jakarta Utara berikut barang bukti narkoba. (ilham)

Foto-Tersangka bandar narkoba diamankan Tim Narkoba Polres Jakarta Utara berikut barang bukti narkoba. (ilham)

CILINCING (Pos Kota) – Tiga tersangka jaringan narkoba jalur laut diringkus Tim Narkoba Polres Jakarta Utara di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (13/4). Sebanyak 6, 25 kg daun ganja kering siap jual diamankan dari para tersangka.

Tiga tersangka, Tumijan alias Panjul, 43, Khoirul Anam, 25, dan Moh. Aji Santoso alias Tiwul, 29 kini mendekam di tahanan Polres Jakarta Utara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tiga tersangka merupakan jaringan Aceh beroperasi sudah 2 tahun.

“Kami masih dalami dan kembangkan kasus ini. Mereka memiliki kaki tangan puluhan orang mengedarkan daun ganja kepada konsumennya di kawasan Jakarta Utara,” kata Kasat Narkoba Polres Jakarta Utara, AKBP Apollo Sinambela.

Terungkapnya kasus narkoba tersebut berawal dari laporan masyarakat bahwa tersangka Panjul bisa menyediakan narkoba dalam jumlah besar. Petugas kemudian melakukan penyelidikan terhadap pria pengangguran tersebut.

Saat diintai rumahnya di daerah Semper Pos V, Semper Timur, Cilincing sering dikunjungi orang tak dikenal. Panjul yang saat itu berada di rumah langsung digerebek sedang membungkus daun ganja bersama rekannya, Khoirul Anam. Di lokasi petugas menyita 1,25 kg ganja.

Petugas kemudian melakukan pengembangan mengejar jaringannya, dan dari keterangan kedua tersangka, petugas berhasil menyergap, Tiwul di kawasan Malaka II, Rorotan, Cilincing, sekitar pukul:05.00 wib. Tiwul tak berkutik ketika ditemukan daun ganja sebanyak 5 kg dilakban bening di dalam rumah kontrakannya.

Tiwul mengaku, barang tersebut di pasok dari jaringannya asal Aceh lewat jalur laut. “Barang itu dibawa pake perahu nelayan. Saya tidak kenal orangnya, kalau barangnya datang saya dihubungi orang itu. Saya sendiri tidak bisa meneleponnya,” ujar Tiwul.

Hasil penjualan barang haram itu Tiwul mentransfer uangnya ke rekening yang dikasi. “Rekeningnya ganti-ganti. Saya langsung potong bagian saya, 1 kg Rp 500 ribu,” ucapnya.

(ilham/sir)