Thursday, 12 December 2019

Pipa PAM Jebol, 30 Warga Kesulitan Air Bersih

Selasa, 14 April 2015 — 20:04 WIB
Pipa air milik Aetra yang rusak akibat proyek pembangunan jalan inspeksi Tol Becakayu.

Pipa air milik Aetra yang rusak akibat proyek pembangunan jalan inspeksi Tol Becakayu.

DUREN SAWIT (Pos Kota) – Sekitar 30 ribu warga Duren Sawit, Jakarta Timur, diperkirakan akan kekurangan air. Pasalnya, pipa induk PT Aerta di Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, jebol, akibat disapu alat berat becko dalam proyek pengerjaan pelebaran tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (becakayu).

Peristiwa itu sendiri terjadi saat petugas proyek dari PT Waskita, sedang mengeruk tanah. Namun, alat berat becko yang tengah bekerja langsung tersangkut pipa saluran air. “Airnya muncrat tinggi banget, lebih tinggi dari tiang listrik yang ada,” kata Ridwan, 37, petugas keamanan salah satu ruko.

Dari rusaknya pipa dan menghamburkan air, menyebab jalan raya kalimalang tergenang. Akibatnya, kemacetan pun tak terelakan dan mencapai 5 kilometer. Beberapa pengendara pun memperlambat laju kendaraannya untuk melihat peristiwa tersebut.

General Manager Strategic Business Unit Selatan Aetra, Azwar Amir menjelaskan, kerusakan yang terjadi akibat becko yang merusak pipa berukuran 150 milimeter. Akibatnya, air yang berada di pipa induk langsung menyebur setinggi 12 meter. “Air yang keluar itu sebanyak 30 liter perdetik,” katanya dilokasi.

Menurutnya, hingga Selasa (14/4) malam, pihaknya masih terus mencari tahu kerusakan seperti apa yang dialami. Pihaknya baru bisa mengambil tindakan untuk melakukan perbaikan di malam hari, agar kebutuhan pelanggan akan air bersih tidak sampai terganggu. “Jam sibuk itu kan dari jam 05:00-09:00 dan jam 15:00-20:00. Jadi kita nanti melakukannya diluar jam tersebut agar pelanggan tidak terganggu,” katanya.

Yang dikhawatirkan dari peristiwa itu adalah, bila kerusakan yang cukup parah pada pipa induk yang mengaliri air ke wilayah selatan, utara dan tengah, akan menyebabkan dampak yang luar biasa. “Setidaknya 30 ribu pelanggan akan mengalami gangguan dan kekurangan air bersih,” ujarnya. (Ifand)