Tuesday, 10 December 2019

Mengandung Methamphetamine

Pabrik Obat Ilegal Digerebek Polisi

Rabu, 29 April 2015 — 16:47 WIB
Kapolresta Tangerang, Kombes Irfing Jaya, didampingi Kapolsek Serpong, Kompol Silvester Simamora dan Kasatnarkoba, Kompol Agus Hermanto saat meninjau lokasi pabrik/Imam

Kapolresta Tangerang, Kombes Irfing Jaya, didampingi Kapolsek Serpong, Kompol Silvester Simamora dan Kasatnarkoba, Kompol Agus Hermanto saat meninjau lokasi pabrik/Imam

TANGERANG (Pos Kota) – Diduga mengandung methamphetamine. pabrik obat ilegal di Ruko Boulevard, Blok F1/9, Serpong, Kota Tangerang Selatan digrebek Polsek Serpong. Rabu (29/4) siang.

Ribuan butir obat terlarang merk Carnophen dan 5 mesin produksi dan bahan zat berbahaya disita sebagai barang bukti. Selain menyita barang bukti, 12 karyawan dan seorang pemilik pabrik turut digelandang petugas.

Kapolres Kota Tangerang, Kombes Irfing Jaya, didampingi Kapolsek Serpong, Kompol Silvester Simamora mengatakan, penggerebekan home industri obat ilegal ini berawal dari kecurigaan masyarakat tentang aktivitas penghuni di ruko berlantai 3 tersebut. Dari informasi itu, tim buser Polsek Serpong dan Satnarkoba Polresta Tangerang langsung melakukan penyelidikan.

“Pada saat digrebek, para karyawan tengah memproduksi obat dan mengemasnya ke dalam kemasan obat,” kata Kombes Irfing Jaya saat meninjau lokasi kejadian. Rabu (29/4) sore.

Saat ini, para karyawan beserta pemilik tengah diperiksa di Mapolsek Serpong. Sedangkan obat-obatan merk Carnophen dibawa petugas ke Puslabfor Mabes Polri.

“Obat yang diproduksi ini termasuk obat keras. Saat diuji dengan alat tespek, mengandung psikotropika. Ada kandungan Methametamine,” ungkap Kapolres.

 

Selain memproduksi obat terlarang, lanjut Kapolres, pemilik pabrik berinisial N juga memalsukan ijin dari Departemen Kesehatan yang tertera di kemasan obat. Setiap harinya, para karyawan memproduksi sebanyak 40 ribu butir obat merk Carnophen. Obat ilegal itu diedarkan pemiliknya ke wilayah Jabotabek dan Pulau Jawa.

“Pengakuan para karyawan baru 4 bulan beroperasi. Ijin dari Depkes juga dipalsukan,” katanya.

Kompol Silvester menjelaskan efek samping obat yang disita pihaknya. Si pengguna akan merasakan halusinasi bila mengkonsumsi obat tersebut. Tak hanya itu, si pengguna juga mengalami kecanduan terhadap obat ilegal.

“Pemilik dan karyawan terancam dijerat dengan Undang-Undang Kesehatan dan Psikotropika. Ancaman hukuman 10 tahun penjara,” pungkas Silvester. (Imamm)