Thursday, 21 November 2019

Pangku-pangkuan Sama Janda, Saat Istri Sedang Hamil Tua

Senin, 4 Mei 2015 — 6:04 WIB
Dia Mei 4

WAH edan bener Kasmiyo, 30, ini. Di kala istri sedang hamil tua ia malah pangku-pangkuan sama janda depan rumah, Ngatimi, 34. Melihat pemandangan itu istri pun emosi, janda gatel itu dilabraknya. Saat dilaporkan ke polisi, istri Kasmiyo ini ditahan meski sedang punya bayi usia 3 bulan.

Di kala istri sedang hamil tua, suami mustinya laku prihatin, demi kemuliaan si jabang bayi bila telah dewasa kelak. Tapi tak semua suami bisa berbuat demikian. Istri hamil tua justru dianggapnya masa peceklik, karena tak bisa “mendekati” istri untuk sementara waktu. Maka banyak kejadian, istri sedang nambur (baca: hamil tua), suami malah ada main dengan wanita lain, karena tak tahan puasa ranjang.

Lelaki model demikian itu termasuk Kasmiyo, warga Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kudus (Jateng). Sejak hamil 4 bulan, Sarmini, 28, sama sekali tak mau didekati suami. Katanya takut menganggu janin yang sedang bertumbuh kembang. “Puasa dulu ya Mas. Nanti setelah bayi lahir, silakan rapel…..,” kata Sarmini membujuk suami, disamakan dengan PNS muda yang baru diangkat.

Puasa enam bulan untuk urusan syahwat, bagi lelaki punya iman pastilah tidak memberatkn. Tapi untuk suami model Kasmiyo, karena imannya kurang kuat justru ingin memanjakan “si imin”. Di rumah kena embargo,  segera mencari medan penenuhan syahwat te tempat lain, yang jelas-jelas itu bukan medan resmi, yang halalan tayiban wa asyikan.

Kebetulan pas depan rumah Kasmiyo ada tinggal seorang janda muda, Ngatimi. Cantik banget sih tidak, tapi bagi lelaki “kehausan” macam Kasmiyo, itu sudah lebih dari lumayan. Diam-diam dia mencoba mendekati si janda. Karena Ngatimi sendiri memang juga kesepian, hasrat Kasmiyo pun ditanggapi. Jadilah mereka  bak pasangan resmi saja, melakukan hubungan intim menjadi kebutuhan.

Karena sudah demikian akrab, Kasmiyo dan Ngatimi biasa duduk-duduk bersama, bahkan sambil pangku-pangkuan. Nah, sekali waktu adegan itu dipergoki oleh  Sarmini. Dia kaget sekali melihat pemandangan itu. Kok kayak anak kecil di angkot saja, dipangku-pangku agar tidak bayar. Langsung emosinya meledak. Ngatimi diserang dengan cakaran dan jambakan. “Kamu memang janda gatel, suka ganggu suami orang.” Makinya kemudian.

Memang sudah berhasil dilerai suami dan tetangga, tapi Ngatimi tak menganggap selesai sampai di sini saja. Dia tidak terima dicakar dan dijambak. Paling menyakitkan, dibilang “janda gatel” segala. Memangnya kalau gatel Sarmini siap membelikan bedak Herocin, apa? Karena sakitnya memang sampai di sini, Ngatimi pun lapor ke Polsek Jekulo.

Awalnya Sarmini tidak ditahan. Tapi setelah ditangani Kejaksaan beberapa bulan kemudian, istri Kasmiyo yang kini sedang menyusui bayinya itu harus masuk tahanan. Maka kini Kasmiyo yang repot, sebentar-sebentar harus membawa bayinya ke tahanan untuk menyusukan anaknya.

Kamu sih, kenapa “menyusu” pada janda tetangga? (Gunarso TS)

  • jonathan

    Hahhahahahhahahhaha,itulah akibat prostitusi td dilegalkan,sdh kg usah munafik,bikin aja do Pulau seribu,khsus Non Muslim,priksa KTP yg mau msk lokalisasi

  • aboy

    tanggung amat mba kalo cuma di cakar mah mending tebas aja leher keduanya… istri lagi hamil itu harus lebih di jaga dan lebih di syg…!!!

  • mas bawor

    disinilah hukum tidak bisa berdiri se adil adil nya…justru orang yang teraniaya bathin nya malah di penjara,,,hukum negara apa inin…!!!!

Terbaru

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna usai mengikuti rapat membahas kesiapan Kampus UIII Cimanggis dengan Wakil Presiden RI Mar'uf Amin. (anton)
Kamis, 21/11/2019 — 11:23 WIB
Antisipasi Macet di Sekitar Proyek Kampus UIII Cimanggis
Pemkot Depok Usulkan Pelebaran Jalan Raya Bogor-Juanda