Sunday, 17 November 2019

Kiprah Koperasi Kurang dalam Pengadaan Beras

Kamis, 7 Mei 2015 — 7:47 WIB
Beras

Beras

JAKARTA (Pos Kota) – Setelah pemerintah melepas tata niaga beras, kiprah koperasi dalam program pengadaan pangan nasional berkurang.
“Kami akui bahwa peran koperasi dalam pengadaan pangan stok nasional melalui kerjasama dengan Bulog menurun drastis,” kata Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta, Rabu (6/5).

Sebab dengan dilepaskannya tata niaga beras, ia mengungkap tidak tersedianya lagi skim kredit bagi yang menunjang pengadaan pangan stok nasional.

Disamping itu, ia menambahkan perubahan kebijakan pemerintah tersebut mendorong koperasi untuk melakukan inovasi. Di antaranya  membangun model-model pelayanan dalam bidang pangan. Seperti bank padi, lumbung pangan, pengelolaan gabah dan beras untuk pasaran umum.

Sebelumnya, Wayan menegaskan selama lebih dari 20 tahun di era Orde Baru, peran koperasi sangat besar dalam program pengadaan pangan.

Terutama Koperasi Unit Desa (KUD) mampu memposisikan diri sebagai lembaga yang diperhitungkan dalam program pengadaan pangan nasional. “Peran KUD  mau tidak mau harus diakui secara langsung telah mendukung keberhasilan pencapaian swasembada beras pada tahun 1985,” terangnya.

Menurutnya, sebelum krisis moneter pada 1997/1998 tercatat 8.427 koperasi yang turut berperan dalam mendukung program pengadaan pangan nasional.

Namun di era reformasi, lanjutnya, ada perubahan kebijakan pemerintah yang melepas tata niaga beras.Dampak dari perubahan kebijakan itu, peran koperasi sejak 2003 mulai berkurang.

Meski begitu, ia menjelaskan dalam catatan Kemenkop dan UKM, sampai saat ini ada 1.905 KUD masih aktif dalam usaha pengadaan pangan yang memiliki fasilitas pengolahan dan pergudangan. Mereka tersebar di berbagai daerah sentra pangan.

Umumnya, KUD memasarkan beras hasil olahannya ke pasaran umum. (setiawan)

Terbaru

Perawatan kuku dengan lemon. (ist)
Minggu, 17/11/2019 — 8:22 WIB
Pingin Kuku Cantik Alami? Ini Cara Merawatnya