Saturday, 19 October 2019

Singapura Diminta Tinjau Kembali Sistem Rekrut TKI Langsung

Kamis, 7 Mei 2015 — 11:19 WIB
Foto-Menaker Hanif dan Menaker Singapura.

Foto-Menaker Hanif dan Menaker Singapura.

JAKARTA (Pos Kota) –  Menteri Tenaga Kerja M. Hanif Dhakiri minta pemerintah Singapura meninjau kembali sistem perekrutan langsung (direct hiring)  TKI domestic worker.

“Permintaan ini Untuk memudahkan kami memberikan perlindungan dan pendataan kepada TKI yang bekerja di Singapura, karena selama ini direct hiring menimbulkan kesulitan bagi pemerintah Indonesia dan KBRI dalam melakukan pendataan,” kata Menaker M  Hanif Dhakiri, Kamis (7/5).

Menurut Hanif, jika tidak ada pendataan yang benar dan tepat, maka perlindungan terhadap TKI, khususnya yang bekerja di Singapura akan sukar dilakukan. Sementara peraturan di Indonesia mewajibkan setiap TKI yang bekerja di Luar Negeri harus lewat PPTKIS (pelaksana penempatan TKI swasta).

Seperti diketahui, pihak Pemerintah Singapura selama ini melegalisasi mekanisme penempatan TKI domestic worker melalui cara direct hiring. Dengan cara ini, majikan di Singapura bisa merekrut langsung calon TKI tanpa lewat PPTKIS atau agensi.

Model direct hiring inilah, lanjut Hanif,  yang dinilai  menyulitkan bagi Pemerintah RI untuk tahu persis jumlah TKI yang bekerja di Singapura.

Menanggapi permintaan dari Menaker Hanif tersebut, Menaker Singapura, Lim Swee Say berjanji akan meneliti persoalan ini dan meminta masukan dari berbagai pihak di Singapura.

Pemerintah Indonesia juga  meminta agar keluarnya visa kerja harus berdasarkan endorsement atau pengesahan Perjanjian Kerja (PK) TKI domestic worker. Hal ini penting untuk memberikan perlindungan yang maksimal kepada TKI.

Menaker Singapura menegaskan,  bahwa selama ini pemerintah Singapura sudah menempatkan perlindungan TKI lebih tinggi dan lebih kuat daripada perjanjian kerja, yaitu dalam bentuk UU. Maka, jika terjadi pelanggaran terhadap semua hak pekerja  yang dijamin dalam UU pasti akan ditindak dengan cepat dan segera.

Dalam kunjungan kerjanya ke Singapura Rabu lalu, selain melakukan pertemuan bilateral dengan Menaker Singapura, Menteri Hanif juga menemui para TKI yang memiliki masalah dengan majikannya dan ditampung di shelter KBRI Sjngapura. (tri/yo)