Friday, 18 October 2019

Kemendag dan Bea Cukai Harus Tanggungjawab

YLKI Desak Kasus Beras Plastik Diusut Tuntas

Rabu, 20 Mei 2015 — 22:03 WIB
Contoh beras yang diduga berbahan sintetis plastik yang diunggah Dewi Septiani melalui Istagram.

Contoh beras yang diduga berbahan sintetis plastik yang diunggah Dewi Septiani melalui Istagram.

JAKARTA (Pos Kota) – Kementerian Perdagangan (Kemendag), Badan Karantina dan Bea Cukai harus bertanggungjawab atas masuknya impor beras plastik. Apalagi sampai beredar.

“Tiga lembaga inilah yang bertanggungjawab, karena di tangan mereka produk impor bisa masuk,” kata pengurus harian YLKI, Husna Zahir, ketika dihubungi Pos Kota, Rabu (20/5).

Menurutnya, Kemendag tidak bisa berkelit dengan menyatakan belum mengeluarkan izin impor beras. Kemendag harus action.

Kalau memang belum mengeluarkan izin impor, ia mengungkap Kemendag harus menyelidiki dan melakukan investigasi ke Badan Karantina dan Bea Cukai selama ini menjaga pintu masuk terhadap produk impor.

Meski tidak ada izin impor, bisa saja impor beras plastik keluar dari pelabuhan.  “Jadi harus diselidiki dan perlu melakukan investigasi agar diketahui, apakah impor beras plastik tersebut masuk secara legal atau ilegal,” terangnya.

Hasilnya, Kemendag harus menyampaikan secara terbuka ke publik. Jangan dipetieskan. Sebab persoalan beras plastik sudah sangat meresahkan masyarakat luas, termasuk pedagang beras pun terpukul.

Jadi, YLKI hanya meminta agar persoalan beras plastik ini harus diusut tuntas. Siapapun yang terlibat harus dihukum. (setiawan)