Saturday, 19 October 2019

Keran Air Siap Minum Akan Disebar Beberapa Titik

Minggu, 24 Mei 2015 — 15:19 WIB
Kran air siap diminum/Ifand

Kran air siap diminum/Ifand

CAKUNG (Pos Kota) – Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya, berencana membuat tempat keran air siap minum dibeberapa lokasi wisata di Jakarta. Hal ini untuk memudahkan warga DKI agar tak kesulitan dalam mengkonsumsi air bersih tanpa harus membeli.

Dirut PAM Jaya, Sri Widayanto Kaderi mengatakan, rencana tersebut lantaran dirinya melihat hampir semua bandara sudah memasang alat tersebut. “Karena itulah, kami berencana menyediakan keran air siap minum dibeberapa lokasi yang ada di Jakarta,” katanya, saat hair dalam acara Ketuk Pintu Layani dengan Hati’ di Rusun Pinus Elok, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (24/05).

Menurutnya, keran air siap minum yang menggunakan mesin fountain (alat untuk pengolahan air menjadi bisa langsung di minum-red) sudah disiapkan beberapa unit. Dari situ, PAM Jaya sebagai penyedia air akan menyuplai ke beberapa titik yang akan menjadi lokasi tersebut. “Dengan menggunakan air tersebut, air ini sudah aman untuk di minum warga,” ujarnya.

Widayanto mengaku, penempatan keran air siaap minum rencananya akan diletakan di Museum fatahilah, Rumah si Pitung, Monas, Taman Suropati. Hal itu akan menambah koleksi yang telah dilakukan PAM Jaya seperti di kantor Walikota Jakarta Utara, Masjid Baiturohman.

“Dalam setiap pelaksanaan Car free day dan kegiatan pemda DKI kami juga kerap menempatkan stand ini,” ujarnya, sambil menunjukan kran yang menyediakan air minum dingin dan panas.

Ditambahkan Widayanto, langkah yang dilakukan pihaknya juga untuk mendukung program pembangunan taman. Pasalnya, saat ini pembuatan taman ramah anak tengah di gadang-gadang Pemprov DKI. “Kami juga berupaya memberikan fasilitas di beberapa taman tersebut,” ungkapnya.

Untuk mendukung terlaksananya penempatan keran air siap minum, kata Widayanto, pihaknya akan menggandeng PT. Paliya dan PT. Aetra sebagai penyedia air. Terlebih, untuk menyediakan peralatan tersebut, Investasi dengan nilai Rp50 juta dinilainya tidak akan memberatkan. “Sekarang yang tengah kami pikirkan bagaimana cara menjaga peralatan tersebut,” tuturnya.

(ifand/sir)