Thursday, 05 December 2019

Motor-Bus Kecelakaan di Puncak, Kakak-Adik Tewas

Rabu, 10 Juni 2015 — 10:58 WIB
Foto-Ilustrasi.

Foto-Ilustrasi.

BOGOR (Pos Kota) – Jalur wisata Puncak, kembali memakan korban jiwa. Saat dilakukan identifikasi, polisi mengetahui, dua korban meninggal dunia adalah kakak adik.

Siti Daniaty 14, dan Siti Anis 9, dua bersaudara ini tewas dalam kecelakaan maut Kampung Warung Kaleng Jalan Raya Puncak RT 02/a03 Desa Tugu Utara Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor.

Kecelakaan lalulintas yang merenggut dua nyawa ini berlangsung Selasa (9/6/2015) sekitar pukul 17.30 WIB malam.

Siti Daniaty yang memegang kemudi motor, tewas di lokasi kejadian setelah, akibat tubuhnya terseret di aspal dan masuk ke kolong bus pariwisata. Sementara adiknya, Siti Anis meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit paru Goenawan Partowidigdo, Cibeureum, Cisarua, Kabupaten Bogor.

Kasat Lantas Polres Bogor Kabupaten, AKP Bramastyo Priaji Rabu (10/6/2015) membenarkan peristiwa laka maut ini.
Menurut AKP Bramastyo, kecelakaan berawal ketika Daniaty yang mengemudikan motor Honda Revo nopol F 5398 JF yang berboncengan dengan adiknya Anis, melaju dari arah Bogor menuju Puncak untuk pulang ke rumah.

Di lokasi, motor yang ditumpangi kakak-adik ini menyenggol badan mobil Toyota Avanza yang melaju searah.

Korban kehilangan kendali. Motor korban terjatuh ke jalur berlawanan. Saat bersamaan, melaju bus pariwisata yang dikemudikan M Idris. Sang kakak terlindas karena berada di bawah kolong bus. Sedangkan adiknya terlempar sejauh kurang lebih 10 meter,”kata AKP Bramastyo.

Kepala sang adik yang membentur aspal dan mengeluarkan darah hebat, menjadi penyebab meninggal, akibat kehabisan darah sebelum tiba di rumah sakit.

“Pengemudi motor tewas di lokasi kejadian, sedangkan yang dibonceng meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit,”paparnya.

Sopir dan bus yang menabrak korban diamankan petugas. Kini sopir menjalani pemeriksaan di bagian Laka Polres Bogor Kabupaten. Sementara bus dibawa ke Unit Laka Polres Bogor di Ciawi.

(yopi/sir)

  • editor asu

    14 tahun udah bawa motor? hebat ortunya, alhamdulillah deh kalo makin banyak yg model begini mampus biar indo makin cepet bersih dari sampah2

  • Dewi Purnamasari

    kasihan supir dan kernet, mereka tdk bersalah. pak polisi bagaimana sih ? sdh jelas ini musibah dari pengemudi motor tidak hati-2 dan belum punya sim serta umur msh kecil.