Tuesday, 22 October 2019

400 Calhaj dari Bekasi Belum Lunasi ONH

Selasa, 23 Juni 2015 — 16:59 WIB
*Doc

*Doc

BEKASI (Pos Kota)- Hingga hari ke 23 pelaksanaan pembayaran Ongkos Naik Haji (ONH) tingkat Kabupaten Bekasi, tinggal 400 orang lebih calon jamaah haji (Calhaj) yang belum melunasi, “Masih ada waku sepekan ke depan,” ujar Shobirin, Kepala Kandepag Kabupaten Bekasi, saat dihubungi Pos Kota.

Mereka yang belum melunasi adalah kebanyakan suami istri yang memang uangnya belum cukup atau salah satu dari mereka sakit, “Biasanya satu dari pasangan ada masalah,” jelas Shobirin.

Hingga Selasa (23/6) jumlah Calhaj yang melunasi ONH dengan kurs sebesar 1 dolar AS Rp 13.236 sebanyak 1.476 Calhaj, “Tahap pertama pelunasan akan dilakukan 1 Juni hingga 30 Juni dan tahap kedua 1 Juli hingga 15 Juli, “Kemungkinan tahap kedua nomor porsi yang yang dapat melunasi berkisar 100040xxxx, tapi itu baru perkiraan,” tandas Shobirin.

Untuk mereka yang sudah melunasi, saat ini sedang mengumpulkan manivest seperti paspor, KTP dan pas foto serta pemeriksaan kesehatan, “Saya berharap calon jamaah haji asal Kabupaten Bekasi, yang sudah melunasi ONH mempersiapkan diri, dengan menjaga kesehatan dan keimanan,” tandas Shobirin.

Jumlah kuota calon jamaah haji tahun 2015 untuk Kabupaten Bekasi, naik dari sebelumnya 1.847 menjadi 1.863 Calhaj, “Ini setelah ada rumusan baru yang dikeluarkan Kemenag Provinsi Jawa Barat,” jelas Shobirin.

Menurut Shobirin, saat ini perhitungan yang dilakukan berbeda dengan tahun 2014, “Kalau sekarang rumusnya 25 persen dari jumlah pendaftar yang ada di kota/kabupaten,” sebut Shobirin, sambil mengatakan sebelumnya rumus yang dilakukan adalah (rasio perbandingan pendaftar haji dikali kuota Jawa Barat) ditambah (perbandingan penduduk muslim kota/kabupaten dengan penduduk muslim Jawa Barat di kali kuota haji Jawa Barat) dari jumlah itu dibagi dua.

Jumlah kuota calon jamaah haji Provinsi Jawa Barat saat ini 29 ribu lebih . Ini masih kuota tahun 2015 setelah pengurangan akibat perbaikan di lokasi tawaf Masjidil Haram, “Sebelum pengurangan kuotanya mencapai 37 ribu lebih,” lanjut Shobirin, sambil menambahkan dari Kabupaten Bekasi, praktis hanya 4 kelompok terbang (kloter) lebih. (saban)