Saturday, 19 October 2019

DKI Akan Canangkan 25 Pasar Bebas Bahan Pengawet

Kamis, 25 Juni 2015 — 11:08 WIB
Foto-Ilustrasi.

Foto-Ilustrasi.

JAKARTA (Pos Kota) – Pemprov DKI Jakarta akan memprakarsai program 25 pasar di Ibukota bebas dari makanan berbahaya. Pedagang yang berjualan bahan pengawet kimiawi maupun pewarna makanan dan minuman yang dapat menyebabkan penyakit secara terus-menerus dirazia petugas.

Dalam rangka mendukung program tersebut, sejumlah SKPD mulai melakukan pemeriksaan sejumlah makanan dan minuman yang dijajakan di sejumlah pasar. Salah satunya adalah. Dinas‎ Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPKP) DKI Jakarta menerjunkan mobil laboratorium untuk memeriksa‎ bahan makanan yang dijual pedagang di pasar tradisional.

Pemeriksaan bahan makanan itu bakal terus dilakukan hingga akhir tahun untuk memverifikasi sekaligus menentukan 25 pasar tradisional yang layak dipilih menjadi pasar bebas bahan makanan yang mengandung zat berbahaya.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPKP DKI, Sri Haryati mengatakan, pengerahan mobil uji laboratorium di pasar-pasar tradisional untuk mempercepat proses pengujian kandungan bahan makanan yang dijual pedagang.

“Pengujian bahan makanan di mobil laboratorium ini menggunakan Rapid Test Kid atau uji cepat. Di mana untuk melihat satu sampel makanan, hanya membutuhkan waktu 20 menit,” katanya.

Menurut Sri, teknologi uji cepat yang ada di mobil laboratorium ini sangat membantunya melakukan inspeksi mendadak (sidak) bahan makanan para pedagang di pasar tradisional.‎ “Jumlah mobil laboratorium kita saat ini ada empat unit. Tahun depan, kami usulkan setiap wilayah punya satu unit mobil,” ungkapnya.

Pada tahap ini, pedagang yang menjual makanan/minuman non-higienis, diberi peringatan untuk tidak menjual produk serupa. Tapi kalau program 25 pasar bebas bahan pengawet sudah dicanangkan oleh Gubernur Ahok, maka pedagang yang nekat menjual produk terlarang akan dicabut izin usahanya atau dikeluarkan dari pasar milik pemerintah tersebut.

(joko/sir)