Tuesday, 10 December 2019

Tangis Putra Korban Hercules : “Ayah, ayah… Jangan Tinggalkan Kami”

Kamis, 2 Juli 2015 — 16:15 WIB
Jenazah Serka Kaliman dipanggul menuju TPU di Margahayu, Kabupaten Bandung

Jenazah Serka Kaliman dipanggul menuju TPU di Margahayu, Kabupaten Bandung

BANDUNG (Pos Kota) – Tangis Yomrolis Soloikah meledak, saat jasad suaminya Serka Kaliman dimasukkan ke liang lahat, Kamis(2/7), di TPU  Margahayu , Bandung, Jawa Barat. Serka Kaliman adalah salah satu kru pesawat Hercules yang jatuh di Medan Sumatera Utara, Selasa lalu.

Gilam,18, anak pertama almarhum lalu memeluk ibunya sambil menangis.“Ayah, ayah… Jangan tinggalkan kami,“ teriak  sang anak di dekat liang lahat sang ayah.

Tangisan isteri dan anak baru mereda ketika makam Serka Kaliman diurug dengan tanah. “Semoga ayah ada dalam ridhonya. Saya akan menjadi penerus almarhum ,“ kata Gilam, saat ditanya wartawan.

Prosesi pemakaman Serka Kloiman berlangsung Kamis siang diikuti ratusan warga. Pemakaman dilakukan dengan upacara militer. Sebagai penghormatan Kolonel Widodo mengurugkan tanah ke liang lahat kemudian disusul anak pertamanya Gilam. “ Ayah, ini anak mu sudah gede dan kuat,“ ucap Gilam,18,..

WARGA MENANGIS

Di tenpat terpisah di TPU Jalan Babakan Cianjur, Kota Bandung, puluhan warga meneteskan airmata saat menyaksikan proses pemakaman almarhum Sertu Aang Subarya, sang teknisi pesawat Hercules. Jasad almarhum dimasulan ke liang lahat setelah sejumlah prajurit melepaskan tembakansalvo tanda penghormatan kepada almarhum sebagai prajurit TNI. “ Ya Allah ampuni dosa dosa almarhum,“ kata Sukono, seorang warga.

Ia menambahkan, almarhum merupakan sosok TNI yang ramah. “ Kami sangat kehilangan walau almarhum jarang pulang karena tugas,“ katnya lagi. (Dono)