Saturday, 19 October 2019

Ada 14 Ribu Kendaraan Bermotor Nunggak Pajak di Bekasi

Sabtu, 4 Juli 2015 — 6:46 WIB
Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

BEKASI (Pos Kota)-Pemilik kendaraan roda dua dan empat yang mutasi ke Bekasi, Jawa Barat akan dibebaskan bea balik nama (BBN), “Ini juga berlaku untuk kendaraan angkutan umum yang dipindahtangankan ke badan hukum,” ujar M Fajar Ginanjar, Kasie Pajak pada  Samsat Kota Bekasi, Jumat (3/7)

“Ketentuan ini mulai diberlakukan pada 1 Juli hingga 31 Desember 2015, BBN yang ditetapkan 0 persen,” lanjut fajar, sambil mengatakan ini juga sebagai upaya memberi kesempatan kepada masyarakat yang masih memiliki kendaraan di luar Bekasi, Jawa Barat, untuk didaftarkan pada Samsat Bekasi.

Penggratisan BBN tersebut sesuai Peraturan Gubernur Jawa Barat No 64 tahun 2015 tentang pembebasan pokok dan sanksi administratif bea balik nama kendaraan bermotor.

Menurut Fajar pembebasan bea balik nama berlaku khusus untuk kendaraan bekas maupun kendaraan dari luar daerah. Masyarakat yang membeli kendaraan seken bisa membalik namakan kendaraannya dengan nama sendiri tanpa dikenakan biaya balik nama.

14.000 RANMOR TUNGGAK PAJAK

Sementara itu hingga wal Juli 2015, jumlah kendaraan bermotor yang tidak membayar pajak lebih dari dua tahun sebanyak 14.000 unit, “Ini kebanyakan untuk kendaraan roda dua,” sebut Fajar, sambil mengatakan dalam waktu dekat juga akan dilakukan operasi bagi mereka yang kendaraannya yang menunggak pajak.
Operasi yang diberi nama Penertiban Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) ndaftar Ulang itu akan melibatkan Polantas, Dispenda dan sejumlah perangkat dibawah kantor Samsat, “Bagaimana mau tercapai target pemasukan pajak kendaraan, karena saat ini masih ada ribuan yang tidak daftar ulang,” tegas Fajar, sambil mengatakan target Pajak Kendaran Bermotor (PKB) di Kota Bekasi sebesar Rp 1,7 triliun/pertahun, mudah-mudahan dapat dicapai. (saban)