Saturday, 07 December 2019

Tiongkok Tak Setuju Turki Tampung Pengungsi Uighur

Sabtu, 4 Juli 2015 — 8:52 WIB
Foto: Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying. (AP)

Foto: Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying. (AP)

Tiongkok – Beijing menyatakan ketidaksetujuannya terhadap Turki menerima warga etnis Uighur yang melarikan diri dari Tiongkok, Jumat (2/7), seperti dilansir AP.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying, mengatakan bahwa warga etnis Uighur tersebut meninggalkan Tiongkok secara ilegal, dan Beijing menentang semua tindakan bantuan dan dorongan, atau bahkan dukungan migrasi ilegal.

“Kami percaya komunitas internasional mempunyai tanggung jawab yang sama untuk menghentikan dan mencegah migrasi ilegal,” demikian dikatakan Hua saat taklimat rutin.

Kelompok etnis Uighur yang melarikan diri, sebagian besar wanita dan anak-anak, tiba di Istanbul pada Selasa dan ditempatkan di tengah kota Kayseri, kota yang mempunyai komunitas etnis Uighur.

Turki mempunyai keterikatan secara etnis dan linguis dengan Uighur, etnis muslim minoritas di wilayah Xinjiang, barat jauh Tiongkok. Etnis Uighur telah lama mengeluhkan penindasan budaya dan agama selain secara ekonomi dimarjinalkan oleh pemerintah Tiongkok.

Hubungan antara Tiongkok dan Turki memanas sejak media Turki melaporkan warga etnis Uighur dilarang menjalankan puasa di bulan Ramadhan.

Beijing juga menyatakan perang terhadap terorisme di Xinjiang, dimana kekerasan etnis telah menewaskan ratusan orang selama dua tahun terakhir. Beijing selalu menyalahkan ekstrimis relijius atas tindak kekerasan ini.

Sebanyak 173 warga etnis Uighur yang ditampung di Turki adalah sebagian dari 250 warga yang ditampung di kamp di Thailand setelah melarikan diri dari Tiongkok. Seyit Tumturk, kepala deputi Kongres Dunia Uighur mengatakan dia berharap pengungsi yang masih berada di kamp diijinkan untuk meninggalkan Thailand. (firdaus/yo)