Thursday, 14 November 2019

Susanto dan Irene Juara Turnamen Catur Cepat So Nice Ramadhan

Senin, 6 Juli 2015 — 10:35 WIB
Foto-Juara kelompok terbuka GM Susanto Megaranto dan putri Irene Kharisma bersama Waketum PB Percasi Utut Adianto usai memenangi Turnamen Catur Cepat So Nice VII 2015. (prihandoko)

Foto-Juara kelompok terbuka GM Susanto Megaranto dan putri Irene Kharisma bersama Waketum PB Percasi Utut Adianto usai memenangi Turnamen Catur Cepat So Nice VII 2015. (prihandoko)

JAKARTA (Pos Kota)- Grand Master (GM) Susanto Megaranto (Jabar) tampil sebagai juara pada Turnamen Catur Cepat So Nice Ramadhan VII 2015 yang berakhir, di Wisma Serbaguna Kemenpora, Senayan, Jakarta.

Susanto, pecatur terbaik putra Indonesia dengan elo rating 2.551 itu menguasai kategori terbuka dengan mengumpulkan 8,5 point dari sembilan babak yang dimainkan. Ia hanya berusaha bermain remis lawan GM Cerdas Barus (Jatim) di babak kesembilan, setelah memastikan memimpin menjadi satu-satunya pengumpul poin terbanyak hingga babak kedelapan.

“Di satu sisi saya gembira bisa juara. Tapi di sisi lain saya prihatin belum terlihat pecatur muda yang memilii determinasi bagus. Catur selain harus dilatih terus-menerus, tapi juga perlu banyak turnamen untuk menjadikan matang atlet,” kata Susanto yang menerima hadiah uang Rp 7,5 juta sebagai juara.

Juara kedua untuk kategori terbuka direbut MF Arif Abdul Hafiz (Jabar) dengan meraih 8 point dan IM Awam Wahono di posisi ketiga deangan 7,5 point (Jabar.)

Sementara di kategori putri, MI Irene Kharisma (Jabar) masih terlalu kuat buat lawan-lawannya. Dia menjadi juara sesudah mengmpulkan 6,5 point. Disusul di posisi kedua ditempati Virda Rizka Aulia dengan 6 point (DKI Jakarta) dan Khadijah Qurota’ain di posisi ketiga (5,5 point).

Mengomentari hasil turnamen kali ini, Wakil Ketua Umum PB Percasi, Henry Hendartno mengaku kurang puas menyusul pecatur yang tampil sebagai juara itu-itu saja. “Jujur saya, Percasi kurang puas dengan hasil dari turnamen kali ini. Tampilnya Susanto dan Irene sebagai juara untuk kelompok terbuka dan putri, secara tidak langsung menggambarkan regenerasi catur belum berjalan maksimal,” tegas Hendry.

“Kita sepertinya sulit melakukan regenerasi dalam waktu yang cepat. Padahal kita sudah membuat turnamen sebanyak mungkin. Nyatanya, pecatur-pecatur muda masih sulit menggeser seniornya,” imbuhnya.

Sementara pada ksempatan sama mantan pecatur terbaik Indonesia, GM Utut Adianto, berharap para pecatur putra dan putri Indonesia bisa tampil maksimal di Olimpiade Catur 2016 yang akan dilangsungkan di Azerbaijan.

“Mudah-mudahan Susanto dkk bisa memperbaiki rangking internasionalnya di Olimpiade Azerbaijan,” tutur Utut Adianto.

(prihandoko/sir)