Tuesday, 22 October 2019

Pantai Anyer dan Carita Masih Jadi Idola Wisatawan

Minggu, 19 Juli 2015 — 9:19 WIB
*ist

*ist

SERANG (Pos Kota) – Lokasi wisata pantai di Banten masih menjadi daya tarik wisatawan untuk menghabiskan libur lebaran. Terbukti, pantai di sepanjang Anyer dan Carita dipadati wisatawan yang datang dari berbagai kota baik lokal ataupun Tangerang, Bogor, Jakarta bahkan ada yang dari Bekasi. Selain itu, lokasi Pantai Pulorida dan Kelapa Tujuh di Merak, juga dipadati wisatawan.

Tidak hanya pantai terbuka, tingkat hunian sejumlah hotel di Anyer pada libur lebaran Idul Fitri mengalami peningkatan cukup tinggi hampir menyamai libur tahun baru.

“Alhamdulillah masih jadi idola wisatawan, hampir sama seperti libur tahun. Semua pantai terbuka dipadatii pengunjung, bahkan hotel dan cottage di Anyer ada yang sudah habis dihuni wisatawan yang kebanyakan berasal dari luar Banten,” Hardomo, Manager Pisita Cottage Anyer kepada poskotanews.com, Minggu (19/7).

Menurut mantan Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang ini arus wisatawan lokal ataupun yang berasal dari luar Banten akan terus mengalir hingga Sabtu mendatang. Hardomo juga mengatakan membludaknya wisatawan, mengakibatkan arus lalulintas menuju Pantai Anyer dan Carita mengalami kemacetan.

“Tiap libur lebaran ataupun tahun baru lalulintasnya macet. Macetnya sejak Sabtu kemarin, pak. Ini disebabkan infrastruktur jalan sepanjang Anyer dan Carita sangat sempit,” kata Hardomo.

Sementara itu, Kapolda Banten, Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan Polda Banten tengah fokus untuk pengamanan jalur wisata di seluruh wilayah di Provinsi Banten. Untuk menghindari adanya aksi kejahatan ataupu kemacetan lalulintas yang lebih parah, pihaknya telah mengerahkan pasukan sebanyak 2300 personil.

“Kita sudah prediksi akan terjadi kemacetan. Kita sudah terjunkan 2300 personil untuk pengamanan libur lebaran ke sejumlah lokasi wisata di Banten. Pengamanan ini tentunya, tidak mengganggu personil yang bertugas menangani arus balik,” ungkap Kapolda.

Kapolda berpesan kepada masyarakat agar lebih hati-hati dalam perjalanan mengingat risiko kecelakaan sangat tinggi. “Selama Operasi Ketupat, terjadi 14 kecelakaan, baik kendaraan roda dua dan mobil. Rata-rata kecelakaan tersebut diakibatkan kelalaian,” pungkasnya.
(haryono/sir)