Sunday, 17 November 2019

Tiga pasangan Berkumpul di Pool Atas

Undian Kurang Untungkan Ganda Campuran Indonesia

Jumat, 31 Juli 2015 — 10:39 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Hasil undian Kejuaraan Dunia BWF 2015 tidak menguntungkan ganda campuran Indonesia. Di nomor ini Indonesia diwakili Juara Dunia 2013, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Praveen Jordan/Debby Susanto, Riky Widianto/Richi Puspita Dili dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja.

Pasalnya, tiga wakil berkumpul di pool atas, hanya Riky/Richi yang menghuni pool bawah. Tontowi/Liliyana, Praveen/Debby dan Edi/Gloria akan bertarung bersama lawan-lawan yang cukup berat di pool atas, di antaranya Zhang Nan/Zhao Yunlei (Tiongkok) dan Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark).

“Hasil undiannya memang kurang menguntungkan, hampir semua wakil Indonesia berkumpul di pool atas. Tetapi, tidak menutup kemungkinan akan ada kejutan,” ujar Richard Mainaky, Kepala Pelatih Ganda Campuran PBSI.
Tontowi/Liliyana yang diunggulkan di tempat ketiga, mendapat bye di babak pertama. Artinya mereka bisa menyimpan tenaga dan tak bertanding di babak pertama. Pasangan asal Hongkong, Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah diperkirakan akan menjadi lawan yang merepotkan di babak 16 besar. Pasangan Indonesia ini pernah dikalahkan di Australia Terbuka Super Series 2015 dengan skor 8-21, 21-9, 15-21. Namun, di Indonesia Terbuka Super Series Premier 2015, Tontowi/Liliyana membalas dengan 26-24, 21-14.

Skor pertemuan mereka 4-1 untuk keunggulan Tontowi/Liliyana. “Tontowi/Liliyana memang pernah kalah dari mereka (Lee/Chau), tetapi setelahnya saya berdiskusi dengan Tontowi/Liliyana dan minta mereka terapkan pola main yang sesuai dan di Indonesia Terbuka bisa menang. Tontowi/Liliyana adalah pasangan yang berpengalaman, target mereka adalah juara. Turnamen ini menjadi turnamen perantara jelang Olimpiade 2016,” pungkas Richard.

LEBIH KERAS
Adapun Praveen/Debby, menurut Richard, kalau ingin memenuhi target meraih medali, maka mereka harus minimal mencapai babak semifinal. Namun, jalan Praveen/Debby tidaklah mudah, tiket semifinal hanya dapat mereka raih jika mampu menumbangkan Nielsen/Pedersen yang merupakan unggulan kelima dan Zhang/Zhao yang unggulan pertama.

“Kami berharap Praveen/Debby bisa menjegal pasangan-pasangan unggulan dan bertemu Tontowi/Liliyana di semifinal,” harap Richard.

Untuk memenuhi harapan itu, Praveen pun berusaha latihan lebih keras. Praveen yang bersama Debby meraih medali emas SEA Games 2015 di Singapura juga merasa lebih terpacu bisa mengalahkan lawan-lawan mereka jika berada satu pool dengan para unggulan. Sedangkan untuk Riky/Richi dan Edi/Gloria, fokus utama di turnamen ini mengumpulkan kemenangan sebanyak-banyaknya agar bisa meraih poin. Mereka juga diharapkan bisa saja membuat kejutan. (junius/si)

Terbaru

Benny K Harman. (rizal)
Minggu, 17/11/2019 — 23:58 WIB
Demokrat Tolak Amandemen UUD 1945