Sunday, 17 November 2019

Calhaj Asal Bekasi Belum Tahu Tempat Pemondokan di Tanah Suci

Selasa, 4 Agustus 2015 — 17:47 WIB
manasik haji

manasik haji

BEKASI (Pos Kota)-Ribuan calon jamaah haji (Calhaj) Kota dan Kabupaten Bekasi, minim informasi soal pemondokan,  di tanah suci, “Tidak ada yang tahu di mana kami akan mondok, padahal pemberangkatan awal sudah dilakukan 20 Agustus 2015,” ujar Abdul Gofar,  Calhaj asal Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Dia mengatakan itu usai mengikuti bimbingan manasik haji di Mesjid Raya Jatimulya, Selasa  (4/8). Saat ini pelaksanaan bimbingan manasik haji hanya sebatas menghabiskan biaya saja, karena volumenya kurang dan hanya berjalan 4 kali pertemuan.

Kelompok Terbang (Kloter) Jawa Barat  diberangkatkan dengan 68 Kloter dan dimulai 20 Agustus mendatang dan semuanya masuk embarkasi Jakarta-Bekasi , “Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” ujar Shobirin, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji  (PPIH).

Shobirin yang juga Kepala Kemanag Kabupaten Bekasi menyebutkan, untuk Kabupaten Bekasi, kloter awal  akan diberangkatkan pada 28 Agustus 2015, “Semuanya ada  7 kloter,” ujar Shobirin, sambil menambahkan dari 7 kloter itu, hanya empat kloter yang utuh, selebihnya gabungan dengan wilayah lain.

Sebanyak 1.863 jamaah calon haji (calhaj) asal Kabupaten Bekasi tahun 2015 siap berangkat ke tanah suci pada akhir Agustus 2015 mendatang, “Saat ini sedang  manasik yang dilaksanakan  di masing-masing kecamatan,” ujar Shobirin.

Manasik itu sendiri  dilakukan dengan enam kali pertemuan, “Dua kali manasik akbar seluruh jamaah tingkat kabupaten dan empat kali masing-masing di kecamatan,” lanjut Shobirin, sambil mengatakan manasik akan dimulai Kamis 30 Juli 2015 dan berakhir 13 Agustus 2015.

Untuk jumlah jamaah yang tersebar di kecamatan, setiap tahunnya Kecamatan Tambun Selatan paling banyak jumlah calhajnya.

Jumlah calhaj asal Tambun Selatan sebanyak 399 calhaj, kemudian Babelan 200 calhaj, untuk kecamatan lainnya dibawah 100 calhaj, “Untuk manasik haji akan ditempatkan di 9 masjid kecamatan dari 23 kecamatan, “Ada yang satu masjid untuk tiga kecamatan dan ada juga satu masjid untuk satu kecamatan,”” lanjut Shobirin. (saban)