Monday, 16 December 2019

Lelaki Tetangga Haus Seks, Bocah Gak Normal Dihamili Juga

Selasa, 4 Agustus 2015 — 5:06 WIB
Dia Agustus 4

JIKA normal pikirannya, melihat ABG anak tetangga pekok (idiot), mesti merasa iba. Tapi Gimin, 45, bukan begitu. Melihat Paini, 16, yang menderita keterbelakangan mental, justru tambah nafsu. Sedikitnya sudah tiga kali dia menggarapnya sampai dinyatakan positif oleh dukun dan bidan.

Jika ditawarkan dan boleh memilih, pastilah tak ada orangtua yang mau punya anak cacat. Tapi jika dari sononya sudah ditentukan begitu, bagaimana orang mau menolak. Manusia hanya bisa pasrah, ketika diberi keturunan yang lahir tidak normal, di mana nanti akan menjadi beban keluarga. Bagi orang beriman, menilainya hal itu sebagai cobaan. Tapi bagi yang tidak beriman, dianggapnya sebuah kutukan.

Keluarga Samsuri warga Kapas, Kabupaten Bojonegoro (Jatim), adalah termasuk keluarga yang sedang diberi cobaan tersebut. Anak perempuan satu-satunya, Paini, lahir tidak normal. Ketika masih bayi memang pernah sakit berkepanjangan bahkan dikiranya sudah tidak ngukup (tak tertolong). Tapi Allah maha pemurah, Paini diberi panjang umur tapi tumbuh sebagai anak idiot.

Di mata keluarga dan tetangga, Paini adalah sosok yang selalu dikasihani. Tapi ada pula tetangga yang diam-diam berotak ambleg alias tidak normal. Melihat Paini yang tidak berdaya karena akiunya jongkok, justru Gimin  bernafsu dan ingin menggaulinya. Pokir (pokok pikiran) jahat itu muncul ketik melihat rumah Paini sering sepi lantaran kedua orangtuanya sibuk bekerja mencari nafkah.

Begitulah yang terjadi. Di kala rumah Samsuri sangat kondusif, Gimin menyelinap masuk dan langsung menyergap Paini. Gadis ABG itu sama sekali tidak paham akan hal yang baru saja dialami. Cuma lain waktu, kembali hal itui dialami. Tahu-tahu Gimin datang dan menindih dirinya. Hal itu dialaminya sampai tiga kali berturut-turut, dan selanjutnya tak pernah lagi.

Namun beberapa bulan kemudian, tahu-tahu perut Paini menggelembung. Dikira kena penyakit, segera dibawa ke dukun. Kata dukun, gadis itu tidak sakit, hanya hamil. Penasaran dengan kesimpulan dukun, Samsuri membawanya ke seorang bidan. Ternyata hasilnya sama, Paini memang hamil 6 bulan.

Setelah didesak, Paini dengan bahasa yang tidak jelas menunjuk ke Gimin sebagai pelakunya. Segera saja dikonfrontir. Awalnya Gimin tidak mengakui, bahkan menyombongkan diri. “Ngapain menggauli anak tidak normal begitu, wong kalau mau boking artis di Jakarta juga bisa,” ujarnya sekedar untuk gertak sambal.

Polisi segera mengamankannya, dan dalam pemeriksaan lanjutan akhirnya Gimin mengakui telah menodai Paini sebanyak 3 kali. Hal itu terjadi ketika rumah Samsuri lagi sepi. Akhirnya Gimin pun tak berkutik dan ditahan di Polres Bojonegoro.

Bikin dong praperadilan, dan pilih PN Jakarta Selatan. (Gunarso TS)

  • Romeo

    Nikahin aja min!
    Enak punya bini idiot min, ga nuntut macam² rasa barangnya sama saja enak banget..