Friday, 15 November 2019

Tersangka Curi Shabu yang Akan Dimusnahkan BNN

Kamis, 6 Agustus 2015 — 19:41 WIB
Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Aksi mencengangkan dilakukan seorang tersangka penyelundup narkotika yang sudah ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN). Pria berinisial S, 49, ini mencoba mencuri shabu yang akan dimusnahkan, pada Kamis (6/8).

Aksi ini terjadi saat acara pemusnahan barang bukti shabu seberat 24,5 kilogram yang dilakukan BNN, di halaman parkir kantornya. Seperti biasa, sebelum melakukan pemusnahan dengan menggunakan mesin incenerator, petugas melakukan uji laboraturim di lokasi.

Kala itu, dari barang bukti  pelaku, petugas mulai merobek bungkusan shabu milik tersangka. Usai melakukan pemeriksaan, para tersangka inipun mulai membawa barang bukti miliknya untuk dimasukan kedalam mesin.

Disitulah, S mulai beraksi, sobekan paket shabu yang sebelumnya dirobek petugas, mulai dirogoh S. Serbuk kristal itupun mulai diambilnya dan langsung digenggam pria yang sebelumnya ditangkap menyelundupkan shabu seberat 2 kilogram.

Beruntung, petugas  melihat membuat aksi pencurian yang dilakukan S bisa langsung digagalkan. Usai dipergoki, S berdalih kalau shabu yang sudah digenggamannya itu merupakan tumpahan dari sobekan sebelumnya. “Ini tumpah pak, saya nggak berniat ngambil,” tuturnya.

Terkait hal tersebut, Kabag Humas BNN Kombes Pol Slamet Pribadi menjelaskan, tindakan tersebut sudah di bawah alam sadar tersangka. Bagian otaknya pun rusak akibat selama ini mengonsumsi barang haram itu. “Ini baru pertama kalinya ada yang nekat mencuri saat pemusnahan,” ujarnya.

Dari tangan pelaku, kata Slamet, ditemukan beberapa serpihan sabu yang ia curi. Petugas langsung membawanya untuk memeriksa lebih lanjut untuk diberikan tambahan hukuman karena berkenaan dengan kredibilitas dalam tahanan. ” Bisa saja misalnya dia dihukum 10 tahun karena melakukan ini ditambah 3 tahun jadi 13 tahun. Kami masih periksa yang bersangkutan,” tutup Slamet.

Dalam pemusnahan itu,  24.442, 56 gram shabu dan 154 butir ekstasi, dimusnahkan petugas. Seluruh barang haram itu, didapat dari empat kasus penyelundupan yang diungkap BNN sejak awal Juni 2015 lalu. (Ifand)