Wednesday, 23 October 2019

Bebaskan Sandera di Hotel, Lima Tentara Mali Tewas

Sabtu, 8 Agustus 2015 — 18:04 WIB
Mali tidak pernah aman dari pemberontakan dan serangan milisi sehingga PBB menempatkan pasukannya di negara tersebut (reuters)

Mali tidak pernah aman dari pemberontakan dan serangan milisi sehingga PBB menempatkan pasukannya di negara tersebut (reuters)

MALI – Pasukan khusus Mali didukung prajurit Perancis membebaskan empat sandera di hotel di Mali, dari tangan  kelompok bersenjata. Operasi penyelamatkan mengakibatkan tujuh orang tewas, lima di antaranya adalah tentara Mali.

Pernyataan pemerintah yang dikeluarkan pada Jumat malam mengatakan lima orang tentara Mali tewas, dua terluka dan dua orang anggota kelompok bersenjata terbunuh. Tujuh tersangka telah ditahan.

Misi penjaga perdamaian PBB (MINUSMA) mengatakan bahwa ada laporan yang mengatakan anggota MINUSMA yang tewas dalam penyerangan tersebut.

Belum dipastikan apakah kematiannya termasuk dalam daftar korban versi pemerintah.

Kolonel Diaran Kone pada hari Sabtu mengatakan, “Operasi penyelamatan sudah selesai. Kami membebaskan empat sandera. Tapi kami juga menemukan empat jenazah di lokasi penyanderaan.”

Diaran Kone tidak memberikan penjelasan tentang  sandera yang diselamatkan dan sandera yang tewas.
Satu sumber AFP mengatakan sejumlah sandera dibebaskan oleh militer Mali, termasuk lima warga asing, walaupun kewarganegaraan mereka tidak disebutkan.

Penyanderaan terjadi di kota Sevare, sekitar 620 km timur laut ibukota Mali, Bamako. Sevare telah dikuasai pemberontak sejak tahun 2012. Menurut pemerintah, penyanderaan terjadi sejak Jumat pagi.

Salah satu sumber AFP mengatakan tiga warga negara Afrika Selatan, seorang warga Perancis, dan seorang warga Ukraina tercatat sebagai penghuni hotel saat penyerangan terjadi. Seorang diplomat Rusia mengatakan ada seorang warga Rusia yang menjadi sandera.

Sumber lain mengatakan Pasukan Khusus Mali telah menyelamatkan sandera, termasuk lima warga negara asing yang telah dievakuasi ke Bamako. Sumber tersebut juga tidak bisa menyebutkan kewarganegaraan para sandera. Menurut PBB, kelompok bersenjata awalnya berencana menyerang fasilitas militer milik pemerintah Mali.(aljazeera.com/daus)