Thursday, 14 November 2019

Menperin: Industri Kreatif Tumbuh 7 Persen Per Tahun

Kamis, 13 Agustus 2015 — 13:20 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Industri kreatif seperti Fesyen dan kerajinan tumbuh 7 persen pertahun dan telah memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Perindustrian Saleh Husin menambahkan, sektor ini juga berhasil meningkatkan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, jumlah perusahaan, hingga pasar ekspor.

“Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan industri kreatif nasional,” kata Menperin di Pameran ”Produk Fesyen dan Aksesori” di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta.

Menperin menyampaikan bahwa pada tahun 2014 – 2015, nilai tambah dari sektor ekonomi kreatif diestimasi mencapai Rp. 111,1 triliun. Penyumbang nilai tambah tertinggi tersebut, antara lain subsektor mode, kuliner, dan kerajinan.

“Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh subsektor kerajinan dengan laju pertumbuhan ekspor sebesar 11,81 persen, diikuti fesyen dengan pertumbuhan 7,12 persen, periklanan sebesar 6,02 persen dan arsitektur 5,59 persen,” paparnya.

Menurutnya, kerajinan tradisional yang telah diwariskan oleh para sesepuh Indonesia mampu menghasilkan produk-produk unggulan dan mempunyai nilai kekayaan tradisi ataupun corak yang tinggi, baik dari aspek kerajinan, anyaman, tenun, gerabah, ataupun produk sandang yang masing-masing memiliki berbagai bentuk yang indah dan fungsi beragam.

Kerajinan tradisonal juga memiliki potensi besar sebagai komoditas industri kreatif yang bernilai estetika dan ekonomi yang tinggi, sehingga promosinya harus didukung.

Menperin meyakini, ekonomi kreatif masih potensial dan bisa menjadi kekuatan baru dalam meningkatkan perekonomian nasional ke depannya, karena didukung dengan sumber daya yang tidak terhabiskan.

“Sumber daya utamanya adalah orang kreatif yang dapat terus berkembang dan menciptakan nilai tambah. Terlebih lagi dengan terciptanya iklim yang kondusif, diharapkan akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi ekonomi maupun non ekonomi,” katanya.

Di samping itu, karya kreatif dapat mengangkat citra bangsa Indonesia di mancanegara maupun membangun rasa bangga di dalam negeri seperti terlihat pada penggunaan batik dan tenun di masyarakat saat ini.

(tri/sir)