Tuesday, 12 November 2019

Rakyat Indonesia Kaya Raya yang Miskin Cuma Negaranya

Selasa, 25 Agustus 2015 — 5:46 WIB
Ucha Agustus 25

SIAPA bilang rakyat Indonesia miskin? Justru mereka kaya raya. Buktinya, setiap ada lounching mobil baru, pasti ludes dipesan. Rumah mewah di real estate selalu habis terjual, dan naik hajipun berebut sampai ngantri 27 tahun. Yang miskin justru negaranya, gara-gara memanjakan rakyatnya lewat subsidi BBM. Utang ribuan triliun ke luar negeri nggak papa, yang penting rakyatnya bahagia nan sejahtera.

Ketika Soeharto lengser pada Mei 1998, dia meninggalkan utang luar negeri sampai Rp 1.800 triliun.  Tapi 17 tahun kemudian, tepatnya April 2015 lalu, Bank Indonesia mencatat bahwa posisi utang asing Indonesia tercatat sebesar USD 299,84 miliar atau setara dengan Rp 4.003 triliun. Sebab defisit APBN yang terjadi setiap tahun, pemerintah menutupnya lewat utangan asing tersebut.

Kenapa defisit APBN selalu terjadi? Di samping pejabat dan politisinya banyak yang doyan korupsi, negara selalu memanjakan rakyatnya dengan BBM bersubsidi. Karena itulah Indonesia tak pernah beranjak dari status negara berkembang, jika tak mau disebut negara miskin. Cuma anehnya, meski negara dalam kondisi miskin dibebani utang luar negeri, rakyatnya kaya raya nan sejahtera.

Buktinya, setiap pabrik mobil lounching produk baru, selalu habis terjual. Maka kota besar seperti Jakarta ini, setiap harinya bersliweran 20 juta kendaraan, dari mobil hingga sepeda motor. Rumah-rumah luks selalu muncul bertebaran di mana-mana, dan hanya dalam tempo singkat sudah ludes terjual.

Negara boleh kekurangan fiscal, tapi rakyatnya berebut naik haji sampai ngantri-ngantri. Demi memenuhi panggilan Nabi Ibrahim, kini setiap bulannya tercatat 40.000 calon haji yang mendaftar, sehingga jumlah waiting list seluruh Indonesia mencapai lebih dari 2 juta. Karena daya tampung di Arab Saudi tak mencukupi, ada calon haji yang harus menunggu sampai 27 tahun.

Maka bila ada yang bilang bahwa rakyat Indonesia banyak yang miskin, salah itu. Yang benar, banyak yang kaya. Kalau pun miskin, itu justru negaranya. Jokowi presiden RI kini, pusing bagaimana harus bisa mencicil utang luar negeri tapi tetap juga bisa membangun. Subsidi BBM sudah dihapus, tapi dolar kok melejit sampai Rp 14.000,- Negara boleh pusing tapi rakyat terus berlomba beli mobil, rumah dan berebut naik haji. – gunarso ts

  • Rick

    Yang kaya khan masyarakat yg pekerjaannya kebanyakan pejabat dan PNS

  • Rick

    Masyarakat biasa sih cuma mikir, besok makan apa ya…………..????

  • Joko Pentil

    Hidup didunia ini selalu berpasangan ada siang ada malam ada suka ada duka ada kaya ada miskin, masalah kemiskinan ini salah satu indikatornya bisa dilihat brp jumlah KIP DAN KIS dan kartu sakti yg dibagikan ke masyarakat, semakin banyak jumlah yg dibagi berarti kemiskinan masih tinggi dan sebaliknya. Rupanya masalah ini disadari betul sehingga pada saat kunjungan resmi ke daerah kartu sakti ini selalu dibagi-bagi kpd masyarakat miskin ?.