Friday, 22 November 2019

Tidak Ada Unsur Kejaksaan, Pansel Capim KPK Dapat Apresiasi Jaksa Agung

Selasa, 1 September 2015 — 18:32 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan tidak lolosnya unsur Kejaksaan dalam delapan calon pimpinan (Capim) KPK, membuktikan bahwa dirinya tidak pernah memberikan calon titipan.

“Ini suatu bukti pula, Pansel (Panitia Seleksi) KPK juga menjalankan tugas dan kewenangannya profesional.
Semuanya transparan dan akuntabel. Jadi tidak masalah,” ujar Prasetyo saat dihubungi oleh wartawan, di Kejaksaan Agung, Selasa (1/9).

Pansel Capim KPK telah meloloskan delapan Capim KPK, namun dari delapan orang tidak terdapat satu-satunya unsur Kejaksaan, yakni Sri Harjati yang menjabat Direktur Perdata pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun). Delapan calon ini lolos dari seleksi terhadap 19 Capim KPK.

Prasetyo mengapresiasi Pansel KPK yang bekerja tanpa ditumpangi kepentingan sehingga diloloskan delapan Capim KPK (yang dikirimkan ke Presiden dan diteruskan ke DPR untuk mengikuti Fit and Proper Test).

“Kita berencana akan evaluasi dan memperbaiki, tapi ini  dimaksudkan bukan karena tidak adanya unsur Kejaksaan, yang terpilih (dari delapan Capim KPK). Lalu, jaksa dianggap tidak kompeten sehingga perlu dievaluasi,” terang Prasetyo.

Ditambahkan Prasetyo, “Sekali lagi, jaksa kami tentu butuh perbaikan, tapi bukan karena tidak ada yang masuk jadi Pimpinan KPK.  Lalu kami lakukan perbaikan. Tidak ada hubungannya.”

Dalam seleksi Capim KPK ini, Kejaksaan mengirimkan empat calon ke Pansel KPK, tapi mereka mendaftar atas nama pribadi. Mereka, adalah Paulus Djoko Subagyo (Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat).
Lalu, M. Jasman Pandjaitan (Pelaksana tugas Jaksa Agung Muda Pengawasan), Sri Haryati (Direktur Perdata pada Jamdatun), Suhardi (Kajati Sulsel) dan M. Rum (Wakil Kajati Papua). (ahi)