Wednesday, 13 November 2019

BEM Nasional Nilai Mutasi Buwas Tidak Masuk Akal

Jumat, 4 September 2015 — 22:42 WIB
Komjen Pol Budi Waseso

Komjen Pol Budi Waseso

JAKARTA (Pos Kota)- Kordinator Presidium Badan Eksekutif Nasional (BEM) se-Nasional Syaefudin Uchok Alayubi mengatakan upaya penegakan hukum yang dijalankan Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) telah sesuai dengan semangat pemerintah untuk perang terhadap  mafia di berbagai aspek. Namun ternyata, kata Syaefudin, usaha keras Buwas justru berakhir pada mutasi dirinya dari jabatan Kabareskrim menjadi kepala Badan Narkotika Nasional.

“Kami BEM se-Nasional merasa kecewa dengan mutasi yang dilakukan Polri mengingat spirit kerja Budi Waseso yang besar terhadap penegakan hukum di Indonesia. Seharusnya, Polri mempertahankan beliau tetap sebagai Kabareskrim,” ujar Syaefudin di Jakarta, Jumat (4/9).

Sepak terjang Komjen Budi Waseso saat menjabat Kabareskrim, lanjut Syaefudin,  telah menciptakan optimisme bagi penegakan hukum di Indonesia. Berbagai kasus besar diungkap tanpa pandang bulu seperti membongkar kasus dugaan korupsi Kondensat, dugaan korupsi cetak sawah, penimbunan sapi dan akhir-akhir ini Buwas melakukan penggeledahan kantor Pelindo II.

Syaefudin menilai ada kejanggalan besar di balik mutasi Buwas. Ia mengaku yakin ada sejumlah pihak yang memang merasa terganggu dengan integritas Buwas dalam mengungkap berbagai kasus besar.

Syaefudin mempertanyakan mengapa Buwas dimutasi pasca penggeledahan kantor Pelindo II. Bersamaan dengan penggeledahan kantor Pelindo II, kata Syaefudin, begitu banyak kalangan pejabat tinggi negara yang justru menyalahkannya dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal.

“Mulai alasan membuat gaduh, mengganggu stabilitas ekonomi, hingga cara-cara penegakan hukum yang kasar. Sungguh alasan yang tidak masuk akal,” tandasnya.

Syaefudin curiga, Mutasi Buwas memiliki latar konspirasi tinggi yang melibatkan para pejabat tinggi pemerintah. “Saya yakin, Buwas sebenarnya korban konspirasi dari pihak-pihak yang terganggu atas pengungkapan kasus-kasus besar oleh Buwas,” katanya. (rizal)

  • jandy sam

    Yg nulis atikel ini sok tahu dan gak py nalar; yang menilai itu masyarakat cong bukan pantet lu,,,,,

  • Ong Yoe Peng

    Setuju dg pendapat BEM, bahwa mutasi Bp Buwas tak masuk akal , sebab yg digeledah saja “merasa” punya backing dg menelpon Pejabat Negeri dan ini diliput media sehingga semua orang tau,

  • anto armaini

    hi…hi….hi….mana jokower..ini yang disebut jujur merakyat hasilnya dolar melejit rakyat menjerit

  • YayaQ

    Alaaaa….elooo aza BEM yg bego… Coba liat kasus yang ditangani buwas hanya untuk bela kepantingan BG doank..kasus2 klas ketengan urusan KTP /KK nya AS yg mestinya di urus aza ma polsek , demi menjaga nama baik BG… Semua nya gak tahu kita bagaimana penyelesaiannya stelah itu… Kita gk tahu lagi… Justru pembersihan ini adalah jalan yang paling terbaik khusus utk bpk Jokowi… Kasus2 anget2 tai ayam doank…sdh itu ujung kasusnya kita gk denger lagi gimana selesainya….

  • qzutblali

    ahai BEM apa yang bisa lo perbuat hiduplo masih bergantung ama orang tua gak usah norak sok lagi