Saturday, 07 December 2019

Jokowi Umumkan Paket Ekonomi, Rombak 89 Peraturan

Rabu, 9 September 2015 — 22:30 WIB
Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi mengumumkan paket kebijakan ekonomi tahap pertama. Melalui kebijakannya itu, diyakini akan memperkuat industri nasional mengembangkan usaha mikro kecil menengah dan koperasi.

Demikian disampaikan Kepala Negara dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu malam (9/9). Dalam keterangannya didampingi Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri ESDM Sudirman Said.

Sebelum mengumumkan paket kebijakan ekonomi, Jokowi siang harinya memanggil Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri di bidang ekonomi untuk merumuskan kebijakan tersebut.

Paket kebijakan ekonomi terkait situasi ekonomi Indonesia yang melambat, dan melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang dinilai  pengamat ekonomi sudah menembus angka Rp14.000,- per dolar AS.

Adapun paket kebijakan ekonomi yang diumumkan Jokowi, yakni mendorong daya saing industri nasional, melalui deregulasi, debirokratisasi, serta penegakan hukum dan kepastian usaha.

“Ada 89 peraturan yang dirombak dari 154 yang masuk ke tim. Sehingga ini bisa menghilangkan duplikasi, bisa memperkuat koherensi, dan konsistensi, serta memangkas peraturan yang tidak relevan atau menghambat daya saing industri nasional,” terang Jokowi.

Kedua, lanjut Jokowi, mempercepat proyek strategis nasional dengan menghilangkan berbagai hambatan, sumbatan, dalam pelaksanaan dan penyelesaian proyek strategis nasional. Antara lain penyederhanaan izin, penyelesaiaan tata ruang dan penyediaan lahan, percepatan pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta diskresi dalam penyelesaian hambatan dan perlindungan hukum.

“Meningkatkan investasi di sektor properti. Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mendorong pembangunan perumahan khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah serta membuka peluang investasi yang lebih besar di sektor properti,” Jokowi menerangkan.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga meminta komponen bangsa untuk kerjasama untuk menyelesaikan persoalan ekonomi bangsa. “Kita  membutuhkan kebersamaan, membutuhkan dukungan. Mari bersatu, bergotong royong bersama-sama menghadapi tantangan melemahnya perekonomian global,” pinta Jokowi. (Johara)